Gayus Lumbuun: Hakim Sarpin ikut doktrin habeas corpus dari AS

Rabu, 10 Juni 2015 12:42 Reporter : Dieqy Hasbi Widhana
Gayus Lumbuun: Hakim Sarpin ikut doktrin habeas corpus dari AS Sidang praperadilan Budi Gunawan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Hakim Agung Topane Gayus Lumbuun menyatakan bahwa praperadilan diterima atau tidak itu sesuatu yang wajar. Dia juga menganggap praperadilan yang dibawa oleh hakim Sarpin, merupakan suatu pembaruan di Indonesia yang diadopsi dari sistem ‎hukum di Amerika Serikat.

"Hakim Sarpin ini memulai suatu konsep baru di Indonesia. Sarpin melihat harus ada keadilan bagi tersangka yang dimungkinkan kesewenang-wenangan oleh penyidik. Ini konsep asli dari doktrin habeas corpus," kata Gayus di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Rabu (10/6).

Di sisi lain Gayus memang tidak bisa mengomentari putusan atau pertimbangan putusan hakim. Akan tetapi sesuai mekanisme, baginya hakim bebas untuk memberikan putusan. Entah itu hakim yang menerima ataupun menolak permohonan praperadilan.

‎"Saya tidak bisa menyalahkan pandangan hakim Sarpin. Karena hakim Sarpin juga mempunyai sejumlah argumen yang kuat. Saya juga tak bisa menyalahkan hakimnya Pak Novel, sebagai pemohon," ujarnya.

Menurutnya masing-masing hakim punya arah atau pertimbangan, sesuai dengan kebebasan hakim untuk memberi keputusan.

"Habeas Corpus itu di Amerika Serikat dipakai sebagai undang-undang, disebut sebagai The Habeas Corpus Act," ungkapnya.

Menurutnya di Amerika Serikat, hakim praperadilan ‎harus mengutamakan apakah ada kesewenang-wenangan penyidik untuk menjadi tersangka. Atau bahkan menahan seseorang. Itu diatur dalam peraturan yang disebut doktrin habeas corpus. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Praperadilan
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini