Gara-gara bobol pulsa, pelajar SMK dipenjara 8 tahun

Kamis, 17 April 2014 18:05 Reporter : Fariz Fardianto
Gara-gara bobol pulsa, pelajar SMK dipenjara 8 tahun Ilustrasi menggunakan ponsel. Shutterstock/Andrey_Popov

Merdeka.com - Seorang pelajar SMK asal Kalimantan Timur (Kaltim) harus berurusan dengan polisi lantaran diketahui membobol server agen pulsa hingga merugikan dua perusahaan penyedia provider senilai Rp 17 juta. Pelaku akhirnya ditangkap polisi di Jawa Timur.

Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Alwi Setiyono, saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Kamis (17/4). "Pelajar SMK berinisial AR ditangkap pada 2 April lalu gara-gara membobol server agen pulsa milik PT CTC dan PT Global Provider yang merupakan perseroan di bidang provider," kata Alwi.

Alwi menuturkan, modus AR guna membobol server pulsa berawal dari empat tahun lalu di mana saat itu dia yang sedang bekerja di sebuah warnet belajar melacak database server pulsa game online dan seluler. Ketika itu dia masih SLTP diajari temannya membuka database agen pulsa. "Saat ini kami masih menelusuri darimana dia dapat belajar itu," ujar Alwi.

Alwi menjelaskan, aksi pelaku selama empat tahun telah merugikan agen pulsa senilai Rp 17 juta. "Uang hasil membobol pulsa kemudian dipakai beli handphone, mencukupi kebutuhan setiap hari dan membiayai sekolahnya," terang Alwi.

Menurut Alwi, aksi pembobolan server pulsa membuat AR harus meringkuk di dalam penjara lantaran dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman penjara lima tahun. AR juga terkena pasal berlapis yakni pasal 30 ayat (3) jo pasal 46 ayat (3) UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. "Untuk ancaman penjaranya sampai delapan tahun dan denda Rp 800 juta," tegas Alwi. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Pencurian Pulsa
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini