Ganjar Tinjau Mata Air Buatan untuk Atasi Kekeringan Warga di Desa Sugihmas

Sabtu, 15 Januari 2022 07:30 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Ganjar Tinjau Mata Air Buatan untuk Atasi Kekeringan Warga di Desa Sugihmas Ganjar Pranowo Tinjau Mata Air Buatan di Magelang. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meninjau langsung mata air buatan untuk mengatasi masalah kekeringan di Desa Sugihmas, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Sebanyak 284 Kartu Keluarga (KK) kini merasakan manfaat air bersih dari insfratruktur tersebut.

"Insyaallah di kemarau berikutnya sudah bisa terpenuhi kalau saya lihat tadi tampungannya cukup besar bisa untuk 284 KK," kata Ganjar, Jumat (14/1/2022).

Ganjar menuturkan, sebelum mata air ini berdiri, masyarakat Desa Sugihmas sangat kesulitan mengakses air bersih. Namun, mulai Agustus 2021, masyarakat tidak perlu mengambil air dari sungai dengan jerigen.

"Jadi 2018 saya ke sini, dan disambati warga karena daerah ini sulit sekali air. Kita coba berikhtiar ada sumbernya dan ini bentuk kolaborasi yang bagus. Jadi ada bantuan provinsi, kabupaten dan desa (untuk membangun ini)," ungkapnya.

"Dan ini tau ini musti ada effort yang luar biasa karena harus ada tiga tandon dari bawah dipompa naik tandon satu, tandon dua, dan tiga baru dikonsumsi masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sugihmas, Sriyanto mengaku mata air buatan tersebut menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi penggerak pompa. Untuk mendapatkan air bersih, masyarakat bisa membeli dengan biaya terjangkau.

"Satu kubik Rp1.000, plus abodemen Rp1.000. Alhamdulillah atas perhatian provinsi dan kabupaten saya ucapkan terima kasih," kata Sriyanto.

Terpisah, salah satu warga Desa Sugihmas yang merasakan manfaat dari mata air buatan, Agus Santoso (50) bersyukur fasilitas tersebut justru memudahkan segala keperluan hidupnya. Terlebih, jika memasuki musim kemarau.

"Dulunya ngambil dari bekas bekas air tahu (limbah) kalau kemarau ya sudah mati kan, kalau musim hujan baru mengalir. Alhamdulillah (sekarang) lancar semua, airnya bersih lumayan lah," tutup Agus.

Sekedar informasi, sumber mata air buatan ini menggunakan 3 pompa untuk mengalirkan air dari mata air utama di Dusun Giriwetan hingga ke Desa Sugihmas yang berjarak sekitar 6 kilometer. Sumber energi untuk pompa berasal dari tenaga Surya mengingat letak pompa-pompa tersebut jauh dari pemukiman penduduk. [ray]

Baca juga:
Reruntuhan Desa di Dasar Waduk Spanyol
Kondisi Bendungan Doueisat di Suriah Kering untuk Pertama Kalinya
BMKG: Empat Daerah di NTT Alami Hari Tanpa Hujan Ekstrem Panjang
Dampak Nyata Perubahan Iklim di Irak: Ladang Kami Mengering dan Pohon-Pohon Mati
Potret Warga di Pelosok Afghanistan Dilanda Kekeringan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini