Ganjar soal Tragedi Stadion Kanjuruhan: Suporter Harus Bisa Menahan Diri

Minggu, 2 Oktober 2022 12:40 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Ganjar soal Tragedi Stadion Kanjuruhan: Suporter Harus Bisa Menahan Diri Suasana kericuhan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. ©2022 REUTERS TV

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tegah Ganjar Pranowo menyatakan duka mendalam bagi korban meninggal dunia terkait tragedi kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10) malam. Hingga pukul 12.29 WIB, 130 orang meninggal dunia akibat insiden itu.

"Kita sedih betul melihat dunia persepakbolaan kita. Tentu sejumlah 127 kalau tidak salah di beritanya, itu jumlah yang sangat tidak sedikit. Mudah-mudahan korban yang meninggal itu khusnul khotimah," kata Ganjar di sela olahraga jalan sehat keliling Kota Semarang, Minggu (2/10).

Dia menjelaskan tragedi di Malang menjadi evaluasi besar pada dunia persepakbolaan Indonesia. Baik pihak penyelenggara maupun para suporter tim sepakbola dan petugas keamanan. Khusus terkait suporter, nantinya berharap ada sebuah pertemuan besar yang melibatkan seluruh kelompok suporter di Indonesia. Tujuannya untuk mencari solusi agar tindakan serupa tidak terulang kembali.

"Para suporter harus bisa menahan diri, saling menjaga. Kalau perlu dibuat satu pertemuan, kongres antarsuporter agar mereka punya value bersama untuk kemudian mereka bisa saling menjaga. Sehingga setiap pertandingan ada code of conduct-nya, ada PAC yang bisa mengontrol teman-temannya sendiri, dan tidak boleh terulang lagi," ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Suporter selalu antusias dan penuh semangat saat mendukung tim kebanggaannya berlaga. Semangat itu selalu membuat suasana di seluruh stadion. Namun tragedi seperti yang terjadi di Stadion Kanjuruhan seharusnya dapat dihindari ketika semua bisa saling menjaga.

"Kalau kita bertanding dengan suasana yang wah pasti semangat. Tapi ada yang harus kita jaga bahwa itu adalah saudara kita. Bahwa itu adalah tim-tim yang hebat yang kita dukung dan kita pendukungnya itu juga orang-orang yang punya nilai kemanusiaan. Maka emosionalnya musti betul-betul dijaga," jelasnya.

Diketahui, tragedi kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan, Malang, terjadi pasca pertandingan Derby Jatim antara Arema FC vs Persebaya. Pada pertandingan tersebut tim tuan rumah Arema FC harus menelan kekalahan dari Persebaya dengan skor 2-3.

Selepas pertandingan, terjadi kerusuhan di stadion. Polisi mencoba menguasai situasi dengan tembakan gas air mata. Ada aksi pembakaran dan perusakan yang hingga polisi melakukan tembakan gas air mata.

Akibat kejadian itu, sejauh ini dilaporkan ada 127 jiwa meninggal dunia. Ratusan korban jiwa tersebut terdiri atas ratusan suporter, dua di antaranya merupakan anggota polisi. Diduga banyak korban meninggal dunia karena kekurangan oksigen. [eko]

Baca juga:
Kisah Suporter Gotong Wanita di Kanjuruhan, Belum Sempat Kasih Minum Keburu Meninggal
Tragedi Stadion Kanjuruhan, KPAI Sebut Bisa Berdampak Berat pada Kejiwaan Anak
Tragedi Stadion Kanjuruhan, Ini Bahaya Gas Air Mata bagi Kesehatan
Puan Maharani Minta Aparat Investigasi Total Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan
Wagub DKI: Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Tidak Boleh Terulang
Komnas HAM Kirim Tim Pantau Penanganan Tragedi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini