Ganjar Sebut Perut Gunung Merapi Sedang 'Membengkak'

Kamis, 9 Juli 2020 14:38 Reporter : Fikri Faqih
Ganjar Sebut Perut Gunung Merapi Sedang 'Membengkak' Gunung Merapi berstatus waspada. ©Liputan6.com/Gholib

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat di sekitar Gunung Merapi yang rawan bencana bekerja seperti biasa dan tenang. Namun mereka tetap harus mewaspadai perkembangan kondisi gunung berapi di perbatasan Jateng dan DI Yogyakarta.

"Masyarakat boleh berada di radius lebih dari tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi, dan masih bisa bekerja atau beraktivitas seperti biasa, tetapi tetap waspada," kata Ganjar di sela kunjungan memantau langsung puncak Gunung Merapi dari Pos Pengamatan Gunung Merapi di Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Boyolali.

Ganjar mengatakan, pihaknya secara keseluruhan sudah mendapatkan penjelasan dari Badan Geologi, secara teknis. Badan Geologi sudah menjelaskan kondisi Gunung Merapi dari seluruh Pos Pengamatan Gunung Merapi, yang intinya gunung ini, perutnya lagi 'membengkak'.

Hal ini, dia menambahkan, artinya ada gerakan magma di dalamnya, sehingga bisa mengeluarkan sesuatu. Misalnya, bisa gas atau material sewaktu-waktu. Untuk itu, status Gunung Merapi di tingkat 2 atau waspada.

Bahkan, menurut Ganjar, dari hasil kunjungan masyarakat di lereng Merapi, kondisi itu sudah diketahui oleh Kepala Desa, relawan bencana, PMI, SAR desa, BPBD, BNPB. Masyarakat tidak perlu panik kita memantau terus menerus, dan informasi terkini akan disampaikan secepat mungkin.

"Kami meminta masyarakat ada latihan atau simulasi evakuasi atau mengungsi ke daerah aman. Karena, masyarakat sudah ada sistem Desa Bersaudara. Pada latihan evakuasi harus ditambah protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Politikus PDIP ini mengungkapkan, masyarakat yang mengungsi dapat menjaga jarak dengan dibatasi kardus misalnya. Mudah-mudahan masyarakat bisa memahami baik yang ada di Kabupaten Klaten, Boyolali, maupun Magelang, semua bisa waspada dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Ganjar mengatakan, masyarakat di lereng Merapi merasa sudah biasa dan mereka berpengalaman dari kejadian sebelumnya. Masyarakat sudah siap jika ada perintah dari kades langsung mereka mengungsi di tempat yang sudah ditentukan.

Masyarakat lereng Merapi pada bencana erupsi 2010 sudah pernah mengungsi hingga 40 hari. Pengalaman ini menjadi penting untuk bisa dibagikan dengan warga lainnya atau tetangganya. Hal ini, disebut desa tangguh bencana karena,l setiap kades bersama masyarakatnya kompak menghadapi kemungkinan bencana erupsi.

Baca Selanjutnya: Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini