Ganjar sebut Greenpeace di balik penolakan warga soal PLTU Batang

Selasa, 26 April 2016 15:39 Reporter : Parwito
Ganjar sebut Greenpeace di balik penolakan warga soal PLTU Batang Ganjar Pranowo. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Proses pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah berkapasitas 2x1.000 Mega Watt (MW) sampai saat ini terus digenjot. Hal ini sebagai upaya antisipasi krisis listrik yang diprediksi akan terjadi di wilayah Jawa Tengah di tahun 2017. Sehingga, mau tidak mau proses pendirian PLTU Batang di Jawa Tengah harus dilakukan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku mencurigai, penolakan warga atas pembangunan PLTU atas dorongan pihak aktivis lingkungan Greenpeace.

"Saya sudah berikan luasan lebih (ganti tanah) gak mau. Kemudian diberi insentif juga gak mau. Di akhir cerita katanya mereka sudah komitmen pada Greenpeace," kata Ganjar Pranowo saat acara Musrenbangwil di Gedung Ghradika Bhakti Pradja, Kompleks Pemprov Jateng di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jawa Tengah Selasa (26/4).

Dia mengingatkan kepada seluruh pihak untuk mengantisipasi adanya kelangkaan pasokan listrik, jika tidak mampu membangun pembangkit listrik baru.

"Jateng akan defisit listrik pada 2017. Kami mau ikut dorong realisasi 35.000 megawatt,"

Ganjar menjelaskan pembangunan PLTU Batang menjadi kebutuhan vital akan pentingnya energi, terutama listrik. Kekurangan listrik juga harus segera diselesaikan.

"Energi kita masih sangat kurang. Harus diputuskan dengan melibatkan perusahaan besar dalam proses pembangunanya," terangnya.

Ganjar mengaku heran, pasalnya masih banyak warga yang menolak terhadap proses pendirian pembangkit listrik.

"Jika memang tidak boleh, warga semestinya memberikan alternatif lain sehingga usulan bisa dilakukan pengkajian," ungkapnya.

Ganjar mengungkapkan, warga semestinya tidak bisa berposisi dengan sikap langsung menolak tanpa adanya alasan yang jelas.

"Apalagi penolakan atas permintaan dari pihak-pihak tertentu. Kalau ada alternatif lain kasih saya, yang terdampak di Batang sebenarnya pernah kumpul di rumah saya," katanya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini