Ganjar Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku Pengancaman Petugas Medis di Sragen

Senin, 1 Juni 2020 00:05 Reporter : Merdeka
Ganjar Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku Pengancaman Petugas Medis di Sragen Tim medis di RS Persahabatan. ©REUTERS/Willy Kurniawan

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta polisi menindak tegas pelaku pengancaman dan intimidasi terhadap seorang tenaga medis di UPTD Puskesmas Kedawung, Kabupaten Sragen.

"Saya harap polisi tidak usah ragu, kami mendukung siapapun yang mengancam untuk ditindak, apalagi kepada tenaga medis," kata Ganjar di Semarang, Minggu. Seperti dilansir Antara.

Ganjar mengaku sudah mendapat laporan mengenai ancaman yang diterima petugas medis melalui layanan aplikasi WhatsApp usai melakukan pemeriksaan terhadap pasien Covid-19.

Ganjar juga meminta masyarakat tidak memberikan stigma negatif terhadap para petugas kesehatan yang melaksanakan tugasnya melawan Covid-19. Sebab semuanya sudah dilakukan sesuai standar dan prosedur yang ada.

"Jangan lagi pernah ada model-model seperti ini. Tolong jangan ada yang aneh-aneh, kita lagi dalam kondisi sulit, maka saya dukung petugas keamanan untuk bisa menyelesaikan ini, diperiksa saja," tegasnya.

Orang nomor satu di Jateng itu juga mendapat informasi yang menyebutkan korban pengancaman menjadi trauma dan ketakutan. Ganjar meminta korban melaporkan kepada kepolisian secara gamblang tentang apa yang terjadi agar segera ditindaklanjuti dan cepat bisa diselesaikan.

Ganjar ingin mendalami persoalan itu karena dari laporan yang masuk, belum jelas kronologi pengancaman, penyebab, dan faktor lainnya.

"Sebenarnya kalau saya bisa tahu orangnya (korban pengancaman, red), saya ingin telepon untuk dengar sendiri. Saya ingin dengar siapa yang mengancam, apa persoalannya sehingga jelas apa yang terjadi. Kalau memang korban ketakutan atau trauma, akan kami bawa ke 'shelter' agar dia aman," katanya.

1 dari 1 halaman

Petugas Medis Diancam

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pengancaman terhadap petugas medis itu bermula ketika ada keluarga yang anggotanya positif Covod-19 sehingga kemudian petugas datang untuk melakukan serangkaian tes cepat kepada keluarga yang bersangkutan.

Diduga akibat dari adanya pemeriksaan tersebut, salah satu keluarga merasa dikucilkan di lingkungannya dan warga sekitar menjadi tidak berani mendekat.

Hal itu, diduga membuat pelaku mengancam dan mengintimidasi salah satu petugas puskesmas. [noe]

Baca juga:
New Normal, Pengurus Olahraga Diminta Kreatif Lakukan Pembinaan Atlet
Wagub Tjokorda Oka: APD dan Alat Tes Covid-19 di Bali Masih Cukup
Update Covid-19 Nasional 31 Mei 2020: 26.473 Positif, 7.308 Sembuh, 1.613 Meninggal
Begini Cara Wuhan Tes Massal Covid-19 kepada 11 Juta Warga dalam Dua Pekan
Monyet Curi Sampel Darah Pasien Covid-19 di India, Penyebaran Dikhawatirkan Meluas
Warga Jakarta Batal Pulang dari Samarinda Gara-gara Positif Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini