Gali sumur, petani Grobogan temukan fosil gajah purba 700.000 tahun

Rabu, 14 Juni 2017 16:22 Reporter : Arie Sunaryo
Gali sumur, petani Grobogan temukan fosil gajah purba 700.000 tahun Ilustrasi penemuan fosil gajah purba. ©2016 REUTERS/Handout/INAH

Merdeka.com - Saat menggali sumur di ladangnya, Kamis (8/6), Rusdi (70) petani asal Grobogan, Jawa Tengah menemukan fosil gajah purba raksasa (Stegodon). Fosil yang ditemukan di Desa Banjarejo, Grobogan tersebut dalam kondisi relatif utuh dan diperkirakan berusia 700.000 tahun.

Kepala Desa Banjarejo, Ahmad Taufik menceritakan, saat penggalian hingga kedalaman sekitar 1,5 meter, Rusdi melihat bagian tulang gajah yang diperkirakan berukuran 2-3 kali lebih besar dibanding gajah normal.

"Kemudian melaporkan temuannya itu ke balai desa. Kami sempat menggali selama tiga hari pada malam hari saja, karena puasa. Dan ternyata di luar dugaan kami, tulang-tulang gajah itu masih terlihat utuh. Kami kemudian melaporkannya ke Museum Sangiran," ujar Taufik kepada wartawan (14/6).

Dihubungi terpisah, Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Sukronedi menilai penemuan tersebut sangat fenomenal. Fosil gajah raksasa masih utuh dan lengkap, termasuk sepasang gading diperkirakan panjangnya 4 meter.

"Kami memperkirakan fosil ini adalah gajah Stegedon. Ini fenomenal, nanti akan kita kaji lagi. Fosil masih utuh, dan berada dalam satu lokasi penggalian," ungkap Sukronedi.

Tim BPSMP Sangiran telah mengecek lokasi penemuan pada Senin (12/6). Tim meyakini sesuai pengamatan awal, bahwa fosil itu adalah gajah Stegodon.

"Kami akan melakukan riset tambahan untuk melengkapi data penunjang. Areal penggalian saat ini mencapai radius 5 x 6 meter. Namun, tim BPSMP baru akan melanjutkan ekskavasi atau penggalian lokasi seusai lebaran," katanya.

Sukronedi menjelaskan, di Indonesia terdapat tiga generasi gajah purba yang pernah hidup, yaitu Mastodon (1,5 juta tahun lalu), Stegodon (1,2 juta tahun lalu), dan Elephas yang hidup pada sekitar 800.000 tahun lalu.

"BPSMP melakukan pengamatan selama tiga hari, termasuk melakukan upaya penyelamatan awal fosil, antara lain mengolesi fosil dengan bahan kimia agar lebih kuat," jelas dia.

Pihaknya juga menutup lokasi penggalian dengan terpal. Fosil purba memang sering ditemukan di desa ini. Hingga saat ini sudah ditemukan sebanyak 1.100 patahan fosil dari 15 jenis hewan purba, mulai dari gajah, badak, buaya, kerbau dan lainnya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini