Gagal panen, warga perbatasan RI-Timor Leste terancam kelaparan
Merdeka.com - Warga Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, terancam kelaparan akibat gagal panen. Tanaman jagung dan padi milik petani mulai menguning dan kering.
Curah hujan tidak menentu serta kemarau berkepanjangan di daerah itu, menjadi penyebab utama keringnya tanaman petani. Ratusan hektar perkebunan jagung dan sawah milik petani di Kecamatan Kakuluk Mesak, yang sudah ditanam tiga kali ini sudah mulai dan menguning.
Areal perkebunan dipenuhi jagung terlihat hanya dedaunan kering, beserta bulir jagung yang tidak normal. Sedangkan areal persawahan sudah ditanami pun kering total dengan tanah yang terbelah. Para petani menyatakan tahun ini dipastikan mereka gagal panen.
"Jagung yang kami tanam hasilkan bulir yang sangat kecil. Sehingga kalau makan harus banyak baru bisa kenyang," kata seorang petani, Yohanes Laku, Selasa (15/3).
Hal senada juga disampaikan petani sawah, Martinus Bria. Padi dia sudah tiga kali menanam padi sejak hujan pertama turun. Namun hasilnya mengecewakan.
"Curah hujan sangat kecil, sehingga tahun ini kami yakin gagal panen dan kelaparan," kata Martinus.
Para petani hanya bisa pasrah dengan keadaan. Mereka berharap ada bantuan dari pemerintah setempat, guna mengatasi kelaparan akibat kejadian ini.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya