KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Gagal bunuh diri berulang kali, Irma Rahayu dirikan Komunitas EHI

Selasa, 12 Mei 2015 07:33 Reporter : Sri Wiyanti
Emotional Healing Indonesia. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Percobaan bunuh diri berulang kali yang gagal merenggut nyawanya, membuat Irma Rahayu berpikir ulang menata kehidupannya. Irma mengatakan, latar belakang niatnya bunuh diri kala itu terkait erat dengan beban persoalan yang harus dihadapinya, mulai dari masalah rumah tangga hingga persoalan keyakinan.

Irma menuturkan, tahun 2007 hingga 2008 adalah rentang waktu terberat dalam hidupnya. Kala itu dirinya mulai melirik dan diam-diam mempelajari Islam dengan seksama. Sementara dirinya masih terikat pernikahan Katolik yang mengharamkan perceraian. Rumah tangga Irma pun mulai dilanda badai.

Kala itu, Irma merasa sendirian. Tidak ada tempat untuk sekedar bercerita beban masalah yang dihadapinya. Meski akhirnya Irma memutuskan untuk memeluk Islam, namun upaya bunuh diri masih tetap ia coba.

"Saya percobaan bunuh diri itu saat lagi galau masuk Islam dan setelah sudah masuk Islam saya coba bunuh diri," tutur Irma kepada merdeka.com, Selasa (5/5).

Menurut Irma, keinginan bunuh diri tidak ada kaitannya dengan pemahaman seseorang tentang agama yang dianutnya. Faktor utama seseorang bertekad mengakhiri hidupnya adalah rasa kesepian atau loneliness.

"Sebenernya sih (upaya bunuh diri) bukan karena kurang agama, ustad juga ada yang mau mati bunuh diri, banyak anak-anak pesantren yang mau mati bunuh diri, cuma gak ke expose saja. Kalau agama sih bukan, mereka mungkin punya banyak pemahaman agama tapi gak merasa ada yang support. Kalau menurut saya sebenarnya, orang-orang yang mau bunuh diri itu karena lonely, kesepian. Kayak saya, waktu itu saya baru mengenal Islam dan saya tahu di Islam itu gak boleh (bunuh diri). Siapa sih yang gak tahu kalau bunuh diri itu masuk neraka? Mau di agama apa pun, Islam atau Kristen itu pasti langsung masuk neraka, cuma masalahnya orang itu lonely," papar Irma.

Soul Healer ini pun memaparkan bahwa faktor kesepian bisa membuat seseorang bunuh diri secara perlahan maupun secara langsung. Irma menegaskan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Interaksi dengan sesama manusia, utamanya keluarga, sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas emosi seseorang. Irma menekankan interaksi yang dimaksud adalah interaksi yang berkaitan dengan hati dan rasa kasih sayang.

"Jadi menurut saya kenapa orang bunuh diri? Karena mereka sendirian, gak ada yang support, gak ada yang ajak ngobrol, ada saja yang mau ngajak ngobrol, dengerin, Insya Allah (gak jadi bunuh diri). Gak usah kasih solusi deh, cukup dengerin, ngobrol heart to heart," tutur Irma.

Irma mengungkap bahwa sosok kesepian bukan berarti mengurung diri di dalam kamar. Sosok yang kesepian saat ini justru menyibukkan diri dengan pekerjaan. Berupaya menutup celah kesepiannya dengan tenggelam dalam pekerjaan.

"Lonely, dia sibuk kerja, kenapa? Dia sendirian, ngomong sama istri gak didengerin, walau ngobrol tapi ngobrolnya gak heart to heart. Tapi biasanya yang begitu gak langsung bunuh diri tapi membunuh dirinya pelan-pelan, kena serangan jantung, atau serangan penyakit," ungkap Irma.

Menyadari potensi bunuh diri yang semakin besar di lingkungan masyarakat, dipicu oleh kerentanan dalam mengelola emosi, Irma kemudian membentuk komunitas berbasis support group, Emotional Healing Indonesia (EHI).

"EHI memang saya bikin lebih ke komunitas, lebih ke support group, lebih ke komunitas orang-orang yang sudah 'gila', dikumpulin. Ini lho, gila juga gak sendirian, gila berjamaah, paling enggak yuk sama-sama kita 'gila'. Saling mendengarkan kegilaan masing-masing, jadi intinya bikin ukhuwah kalau dalam Islam, bikin komunitas untuk silaturahmi lah. Karena pada dasarnya kita butuh ngobrol, tapi secara general," tutur Irma.

Meski anggota komunitas ini 'gila', namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama yang dianut masing-masing. Hingga kini, anggota komunitas EHI sudah mencapai ribuan orang tersebar di Indonesia juga di luar negeri, antara lain Hong Kong dan Amerika Serikat. [siw]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.