Gagal bongkar muat, 13 sapi kurban mati kepanasan di pelabuhan

Kamis, 18 September 2014 14:19 Reporter : Moch. Andriansyah
Kapal pengangkut sapi di Pelabuhan Kalimas Tanjung Perak. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Gara-gara banyak kapal-kapal besi ukuran lebih dari 500 GT sandar di Pelabuhan Kalimas, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, seluruh kapal-kapal barang berukuran di bawah 500 GT, tak bisa keluar-masuk pelabuhan rakyat tersebut, karena jalurnya terhalang oleh kapal yang lebih besar.

Akibatnya, 13 ekor sapi yang diangkut salah satu kapal yang tengah sandar di Pelabuhan Rakyat Kalimas, mati kepanasan selama dua hari. Sapi-sapi itu, diangkut menggunakan KLM Nusantara Indah asal Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang hingga saat ini belum bisa bongkar-muat di Kalimas.

Dan hingga pukul 13.00 WIB, bangkai sapi belum dievakuasi, padahal posisi kapal sudah berada tepat di samping Dermaga Penyeberangan Ujung-Kamal milik PT ASDP, yang berada di ujung Sungai Kalimas, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Selain KLM Nusantara Indah, ada tiga kapal pengangkut sapi kurban. Dan tepat di belakang KLM Nusantara Indah, ada KLM Mitra yang juga mengangkut ratusan sapi asal Bima.

"Pemilik kapal, pagi tadi melaporkan ada 10 ekor sapi yang mati. Kemudian bertambah lagi tiga ekor yang mati, sekitar pukul 11.00 WIB," kata Kasubbag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Lily Djafar, Kamis (18/9).

Sedangkan untuk meredam suasana, agar pemilik sapi tidak terpancing emosi karena peristiwa tersebut, Lily mengaku sudah menurunkan anggotanya untuk pengamanan di sekitar lokasi.

"Untuk masalah pengamanan di wilayah Tanjung Perak memang wewenang kita, tapi kalau masalah bongkar-muat, itu wewenang syahbandar dan otoritas pelabuhan. Tadi si pemilik sapi, sempat marah-marah tapi sudah bisa kita redam," lanjut dia.

Sementara di lokasi Pelabuhan Kalimas, pemilik sapi, Aziz Ismail mengaku, sejak tanggal 15 September lalu, dia mengangkut sapi-sapinya dari Bima dan sampai di Surabaya pada hari Selasa sekitar pukul 23.00 WIB. "Ada sekitar 250 ekor sapi yang kami bawa. Sapi-sapi ini untuk hewan kurban, yang akan kita kirim ke Jabodetabek dan Jawa Barat," akunya.

Dan karena terperangkap di Pelabuhan Kalimas, sejak dua hari lalu, 13 sapinya mati karena kepanasan di atas kapal. Padahal, semua syarat administrasi sudah dipenuhi, tapi tetap tidak bisa bongkar-muatan.

Akibat 13 sapinya mati sia-sia, si pemilik sapi kurban itu mengaku merugi ratusan juta rupiah. "Jika terus-terusan di sini (Kalimas), sapi kami akan makin banyak yang mati. Kalau sudah begitu, kerugian kami juga makin besar," keluh A [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Pelabuhan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini