FX Rudy Ceritakan Cara Pemkot Sukses Tata PKL di Solo

Rabu, 28 Agustus 2019 13:51 Reporter : Arie Sunaryo
FX Rudy Ceritakan Cara Pemkot Sukses Tata PKL di Solo Pasar Klithikan Notoharjo. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Penataan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Solo dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dinilai cukup berhasil. Ribuan PKL dari sejumlah lokasi berhasil dipindahkan ke tempat penampungan yang baru tanpa menimbulkan gejolak berarti.

Relokasi terbesar dilakukan tahun 2006, saat pemerintahan Wali Kota Joko Widodo (Jokowi). Hampir 1.000 PKL yang biasa menggelar dagangan di sekitar Monumen Banjarsari dipindahkan ke lokasi yang baru, Pasar Klithikan Notoharjo, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasarkliwon. Lokasi tersebut jauh dari pusat keramaian kota.

Tak mudah memindahkan ratusan pedagang dengan berbagai macam sifat dan karakter. Wali Kota Jokowi harus melakukan berbagai strategi agar para PKL mau dipindahkan dari taman bersejarah itu. Salah satunya dengan menggelar pertemuan hingga puluhan kali untuk pendekatan. Salah satu prinsip yang tidak pernah ditinggalkan jika ingin sukses menata PKL adalah 'Nguwongke Uwong' atau memanusiakan manusia.

"Yang penting dalam penataan PKL ini kita melakukan komunikasi, koordinasi sampai kita temukan solusi. Sehingga penataan PKL di Solo ini tidak pernah ditemukan ribut-ribut. Jadi tipsnya ya memanusiakan manusia, nguwongke uwong Jawanya. Dari dulu sampai sekarang kita lakukan terus," kata Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo saat ditemui merdeka.com, Rabu (28/8).

pasar klithikan notoharjo
©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Rudy, sapaan akrab Wali Kota menyampaikan, pihaknya terus melakukan penataan PKL, terutama di white area. Mereka kemudian dipindahkan ke lokasi yang baru, sesuai barang dagangan. Ada yang dipindahkan ke pasar Klithikan Notoharjo, pasar tradisional, selter dan pasar buah, pusat kuliner atau lokasi lainnya.

"Rata-rata mereka sudah makin sejahtera, penghasilannya juga meningkat. Kalau zero PKL kita tidak bisa, tiap hari tumbuh terus," ujarnya.

Rudy berharap mereka paham tentang Perda PKL terkait larangan tempat-tempat untuk berjualan. Kendati bakal menggusur PKL yang melanggar perda, pihaknya memastikan untuk mencarikan solusi yang terbaik.

Pemkot Solo melakukan relokasi ribuan PKL ke lokasi yang baru. Di Pasar Klithikan Notoharjo sendiri ada 1.018 kios yang ditempati PKL. Sekitar 300 pedagang oprokan lainnya bahkan juga menggelar dagangan di sekitar kios dari subuh hingga pukul 9.00, saat kios mulai buka.

"Di sini sangat ramai. Sehari omsetnya bisa Rp 500 juta lebih. Belum lagi pedagang oprokan di depan toko. Banyak orang luar kota yang datang," kata Pengelola Pasar Klithikan Notomiharjo, Sumadi.

pusat kuliner galabo
©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Pasar Klithikan Notoharjo, terletak diujung tenggara Kota Solo, berbatasan dengan Kecamatan Mojolaban Sukoharjo, Jawa Tengah. Meski lebih dikenal sebagai pusatnya barang bekas, namun, tidak semua yang dijual di sana merupakan barang bekas. Ada beberapa penjual yang memasarkan barang baru.

Selain Pasar Notoharjo, penggusuran PKL di Solo telah memunculkan pusat-pusat bisnis baru. Diantaranya pusat kuliner Galabo (Gladag Langen Bogan), Kuliner Kottabarat, Kuliner Selter Manahan, Loji Wetan, Jurug, Solo Square, Pasar buah Purwosari dan lainnya. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini