Fraksi PAN dan Demokrat keberatan sikap Fahri soal angket KPK

Kamis, 4 Mei 2017 14:07 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Fahri Hamzah. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum PAN Taufik Kurniawan dan Agus Hermanto menyayangkan fraksinya tidak diberi kesempatan oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat proses pengambilan keputusan angket KPK pada rapat paripurna (28/4). Dalam rapat tersebut, Fahri terkesan terburu-buru mengambil keputusan atas angket KPK. Padahal, pandangan dari fraksi-fraksi partai masih berkembang.

"Kami pribadi sebagai anggota fraksi saya juga merasa keberatan juga. Menyayangkan juga karena baik fraksi saya dan Pak Agus Demokrat juga belum diberi kesempatan sama sekali secara resmi," kata Taufik di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/5).

Taufik menyebut pimpinan DPR lain tidak bisa menghalangi keputusan yang diambil Fahri karena memegang etika pimpinan DPR. Dia mengaku tidak ingin kewibawaan pimpinan dan lembaga DPR dicap 'kampungan' oleh masyarakat.

"Sehingga kalau dikatakan satu dengan yang lain sampai merebut palu kemudian harus mendorong-dorong itu bersikap itu kaya politikus yang kampungan ya," tegasnya.

Taufik mengungkapkan, pimpinan sebenarnya ingin menggelar forum lobi setelah paripurna agar fraksi-fraksi lain bisa menyampaikan pandangan. Sayangnya, forum tersebut tidak terlaksana karena keterbatasan waktu karena berdekatan dengan waktu salat Jumat.

"Semuanya harus berproses dalam kontekstual yang tentunya ada hal yang dihargai juga setiap fraksi diberi kesempatan ada forum lebih yang rencananya seperti itu setelah paripurna. Tapi karena waktu menjelang Sholat Jumat sehingga belum terlaksana," terangnya.

Fahri, kata dia, juga telah menyampaikan kepada fraksi-fraksi yang keberatan dengan keputusannya untuk tidak mengirimkan anggota mereka ke dalam Pansus angket KPK.

"Pak Fahri sendiri dari ketua rapat menyampaikan bahwa fraksi-fraksi silakan, kalau keberatan ya enggak usah dikirim anggota kan di dalam pansus sudah enggak ada masalah lagi," ujarnya.

Secara pribadi, Taufik menegaskan tetap menolak penggunaan angket untuk mendesak KPK membuka rekaman BAP Miryam S Haryani. Sikap penolakan itu sesuai dengan amanat dan keputusan resmi dari DPP PAN.

"Saya menolak karena sudah ada keputusan dari partai. DPP sudah ada arahan Ketua Umum dan Ketua Dewan Kehormatan Pak Amien Rais artinya kami yang duduk di meja pimpinan semuanya tugas dalam hal panjang tangan dari partai artinya tidak bisa secara pribadi menyampaikan sikap yang berbeda dengan fraksi maupun partai, apalagi saya mantan Sekjen, tahu aturanlah," pungkasnya.

[ded]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.