FPKS sebut pesta seks gay di Jakut jadi tanda Indonesia darurat LGBT

Selasa, 23 Mei 2017 07:22 Reporter : Muhammad Sholeh
FPKS sebut pesta seks gay di Jakut jadi tanda Indonesia darurat LGBT Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Banyak pihak mengecam keras soal praktik pesta seks yang dilakukan kaum gay di Atlantis Gym and Sauna yang berada di Ruko Kokan Permata Blok B 15-16 Kelapa Gading RT 15 RW 03 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini berpendapat, pesta seks yang dilakukan kaum gay tersebut jadi tanda bahwa Indonesia darurat LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender).

Politikus PKS ini mengatakan perilaku mereka sangat memprihatinkan dan membahayakan generasi bangsa. LGBT dan homoseksual jelas bertentangan dengan Pancasila, konstitusi, dan peraturan perundang-undangan di Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, budaya luhur, dan perikemanusiaan.

"Pesta seks sesama jenis ini jelas sangat memprihatinkan. Kita semua harus waspada jangan sampai menular kepada generasi bangsa. Rusak generasi kita jika virus ini menyebar kepada anak-anak kita," kata Jazuli dalam pesan singkatnya, Jakarta, Selasa (23/5).

Jazuli menilai perilaku homoseksual dan LGBT menandakan semakin pentingnya penanaman nilai Pancasila khususnya nilai agama sebagai amanat sila pertama kepada generasi bangsa.

"Mari kita didik anak-anak kita untuk mengenal Allah, mengenal agama yang mengajarkan fitrah kemanusiaan, sehingga selamat dari perilaku yang menyimpangi fitrah manusia," kata Jazuli.

Selain itu, lanjut dia, perilaku LGBT juga tidak lepas dari masifnya budaya liberal yang menyusup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Akibatnya perilaku generasi bangsa semakin permisif dan menganut kebebasan tanpa batas.

"Budaya liberal, permisif, serta kebebasan tanpa batas menyuburkan benih-benih LGBT. Kita semua harus mencegah penyebaran budaya ini karena jelas menyalahi karakter kebangsaan kita sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945," jelasnya.

Anggota Komisi I DPR ini mengapresiasi kinerja aparat kepolisian yang telah berhasil membubarkan dan menindak para pelaku. Tentu kerjasama dengan berbagai elemen masyarakat harus lebih ditingkatkan agar perilaku menyimpang ini bisa dideteksi dan dicegah sejak dini.

"Pemerintah pusat maupun daerah, aparat penegak hukum, ormas/LSM, tokoh masyarakat, alim ulama serta seluruh komponen masyarakat harus aktif menjalin kerjasama untuk mencegah bencana sosial akibat perilaku menyimpang kaum homoseksual ini demi menyelamatkan generasi bangsa," tandasnya.

Diketahui, Tim Gabungan Polres Jakarta Utara melakukan penggerebekan di Ruko Kokan Permata Blok B 15-16 Kelapa Gading RT 15 RW 03 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Minggu (21/5) malam. Selain mengamankan 141 orang kaum gay yang sedang pesta seks, polisi juga menyita sejumlah barang bukti.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi mengatakan, sejumlah barang bukti yang diamankan petugas di lokasi di antaranya kondom, tiket, rekaman CCTV, dan fotokopi ijin usaha PT Atlantis Jaya.

"Polisi juga menyita barang bukti berupa uang tip striptease, kasur, iklan event The Wild One dan HP yang broadcast acara tersebut," kata Nasriadi, Jakarta, Senin (22/5).

Dalam penggerebekan ratusan gay yang pesta seks itu, polisi juga mengamankan penyedia usaha pornografi dan resepsionis. Mereka yang diamankan adalah Christian Daniel Kaihatu (40) selaku pemilik dan Nandez (27), resepsionis/kasir.

"Kemudian Dendi Padma Putranta (27) sebagai resepsionis dan kasir, Restu Andri (28) sebagai sekuriti," jelasnya.

Polisi telah melakukan tindakan mengamankan tersangka ke Mako Polres Jakarta Utara. Sejumlah saksi dan tersangka telah dilakukan pemeriksaan. Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyidikan lebih lanjut terkait kasus ini. [msh]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini