KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

FPI dan Ormas Islam desak SBY bubarkan Densus 88

Minggu, 28 April 2013 23:20 Reporter : Ramadhian Fadillah
latihan anti teror. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Sejumlah organisasi masyarakat berbasis Islam di Sulawesi Tengah di Palu, mendesak pembubaran Densus 88 Antiteror. Mereka menuding pasukan elite milik Polri itu sering melanggar hak asasi manusia dalam menjalankan tugasnya.

Ormas Islam itu antara lain Front Pembela Islam, Majelis Ulama Indonesia, Muhammadiyah, Himpunan Mahasiswa Islam, Dewan Masjid Indonesia, Alkhairaat, dan Tim Pembela Muslim.

Selain itu sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Forum Ukhuwah Umat Islam juga mendesak pemerintah mengevaluasi kinerja Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) karena sering tumpang tindih kerjanya dengan Polri.

Ketua Tim Pembela Muslim Sulteng Harun Nyak Item mengatakan desakan pembubaran Densus 88 Antiteror itu ditujukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Densus 88 Antiteror kerap melanggar hak asasi manusia terutama saat menangkap belasan warga sipil yang diduga terlibat terorisme pada akhir 2012," kata Harun, Minggu (28/4).

Warga sipil itu mengalami kekerasan fisik padahal mereka tidak terbukti keterlibatannya dalam kelompok sipil bersenjata.

"Harusnya Densus memiliki bukti kuat sebelum menangkap seseorang," kata Harun.

Beberapa waktu sebelumnya, beredar pula video penyiksaan warga Poso yang dilakukan oleh Densus 88.

"Itu yang baru diketahui publik, mungkin masih banyak pelanggaran yang dilakukan aparat saat bertugas di Poso atau daerah lainnya tapi tidak diketahui masyarakat," katanya.

Sejumlah ormas Islam itu juga akan menyampaikan desakannya kepada DPRD Sulawesi Tengah dan DPRD Poso terkait pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Densus 88 Antiteror. [ian]

Topik berita Terkait:
  1. Densus 88

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.