First Travel berutang ke sejumlah vendor dari miliaran sampai ratusan juta

Senin, 19 Maret 2018 14:29 Reporter : Liputan6.com
First Travel berutang ke sejumlah vendor dari miliaran sampai ratusan juta 13 Mantan Karyawan jadi Saksi Sidang Kasus First Travel. ©2018 Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Sidang kasus penipuan yang dilakukan Biro Perjalanan Umrah First Travel kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Depok. Di persidangan kali ini terungkap fakta First Travel memiliki utang menumpuk yang jumlahnya mencapai miliaran.

Hal itu diungkap Atika Adinda Putri, mantan staf keuangan First Travel. Sehari-hari, Atika bertugas merekap seluruh pembayaran yang nilainya di atas Rp 20 juta.

"Saya hanya menerima invoice saja," kata Atika, saat memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Depok, Senin (19/3).

Vendor yang ditangani berbeda-beda. Mulai dari tiket pesawat jemaah, catering, hotel dan perlengkapan hotel.

"Catering ada Aisyah, Haifa, Ari Buana Wisata, Hotel ada jemaah manasik, Swiss Bell (hotel)," ujar dia.

Pada vendor-vendor itulah, First Travel masih berutang yang nilainya beragam.

"Tiket masih utang Rp 82 miliar dari vendor Kanomas. Kemudian, catering masih utang Rp 800 ribu Riyal, apabila di-Rupiah kan Rp 2 miliar. Selanjutnya, hotel masih utang Rp 5 juta Riyal. Setelah itu Visa, cuma tidak hafal berapa utangnya. Terakhir, untuk perlengkapan utangnya Rp 200 juta," beber Atika.

Selain Atika Adinda Putri, ada sebelas saksi lain yang bersaksi di Pengadilan Negerk Depok. Mereka adalah Dennys Juliens, Rakhmawati Putriana, Nur Halimah, Tita Sri Rubianti, Edi Iskandar, Chindy Andini, Agus Santosa, Galih Firmansyah, Isni Yulianti, Novi Fatheka Trisnawati, dan Ayu Indriyani.

Reporter:Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com [lia]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. First Travel
  3. Penipuan Umrah
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini