KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Firasat buruk, ibu Aiptu Koes mimpi menangkap dua ekor burung

Sabtu, 17 Agustus 2013 21:02 Reporter : Parwito
Penembakan polisi Tangerang. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Warjiyah (60), ibu Aiptu Anumerta Koes Hendratna mendapat firasat buruk tentang kematian anaknya tersebut. Warjiyah bermimpi menangkap dua ekor burung namun satunya lepas.

"Sejak mimpi itu sampai semalam mendapatkan kabar bahwa anak saya tewas tertembak jadi perasaan saya tidak karuan. Apalagi, anak saya lebaran kemarin tidak pulang ke sini," kata Warjiyah di Dusun Cokrodipan RT 04/ RW 02, Desa Triharjo, Kecamatan Wates, Kulon Progo, Yogyakarta, Sabtu (17/8).

Warjiyah mengaku dapat kabar kematian Koes dari keponakannya, Nugroho pada hari Sabtu (16/8), sekitar pukul 22.30 WIB.

"Dapat kabar dari keponakan yang ngabari (mengabarkan) ibunya. Adik saya yang ngabari putranya yang tugas di Poltabes Jakarta sana," jelasnya.

Koes yang merupakan anak pertama dari empat bersaudara pasangan dari Warjiyah dan suaminya Suratman(70) ini terakhir pulang ke kampung halamannya pada akhir Juni 2013 lalu. Saat lebaran, Koes tidak bisa pulang ke rumah orang tuanya karena mertuanya jatuh sakit.

"Pulang terakhir Juni. Lebaran kemarin tidak pulang karena mertuanya di sana sakit. Tapi dia melalui telepon menyempatkan halal bihalal minta maaf ke saya," jelasnya. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Penembakan Polisi

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.