Ferry Mursyidan Baldan Nilai Polisi Berlebihan Jaga Sidang MK

Rabu, 26 Juni 2019 15:49 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Ferry Mursyidan Baldan Nilai Polisi Berlebihan Jaga Sidang MK Ferry Mursyidan Baldan timses Prabowo-Sandiaga. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menilai polisi berlebihan dalam mengamankan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk sidang putusan perselisihan sengketa hasil Pemilu 2019 pada besok Kamis (27/6). Menurut BPN, MK menggelar sidang terbuka dan masyarakat wajar jika datang.

"Beda antara turun ke jalan dengan datang ke MK. MK itu kan sidang terbuka, makanya saya katakan polisi juga tidak perlu membuat barikade sedemikian rupa, apa yang mau di ini, kan enggak ada," kata Direktur Relawan BPN Ferry Mursyidan Baldan di Prabowo-Sandi Media Center Jl Sriwijaya I No 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (26/6).

Ferry yakin masyarakat yang datang tak mengganggu keamanan sidang. Menurutnya, masyarakat paham mana sikap yang melanggar hukum atau tidak.

"Emang masyarakat mau datang mau menyerbu, kan enggak. Orang tahu kok bagaimana ininya, dalam proses ininya bagaimana mungkin, ini kan enggak usah jadi paranoid begitu," ujar Ferry.

"Saya lihat kawatnya makin tebal. Saya bilang ini lama-lama pagar kawat barikade atau jualan kawat, kok tebal banget. Saya lewat itu, buset, berlebihan lah," tambahnya.

Menurut Ferry, prinsip dasar sidang MK ialah terbuka lantaran disiarkan televisi secara langsung sehingga masyarakat bisa bebas menyaksikan. Maka dari itu, polisi jangan membuat sidang MK seolah-olah tertutup. Ferry membandingkan saat Pilpres 2014 silam.

"Ketika orang mau datang 2014 juga datang kok. Bahkan di halaman di teras depan enggak ada kerusuhan, ini yang saya katakan di sisi lain ini ada yang kita dapatkan Brimob sudah kumpul di belakang Pullman, kita tahu ngapain juga disiapin kayak begitu. Kayak mau ada apa begitu," tuturnya.

Mantan Menteri Agraria tersebut ingin supaya polisi bersikap mengayomi. Menurutnya, masyarakat bebas mengekspresikan rasa dukungan kepada tokoh yang mereka banggakan.

"Sudahlah kan polisi mengayomi, masyarakat itu tentu tidak punya kehendak merusak, biarkanlah mereka punya ruang untuk mendengarkan, hadir, kan mereka punya kebanggaan. Jangan dikira juga hey misalnya, kita kan dari Jakarta, ada orang dari daerah-daerah datang berfoto-foto di gedung MK ketemu sama hakim MK, selfie kan boleh- boleh saja," pungkas Ferry. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini