Fenomena Halocline, Air Laut di Selat Madura Seperti Terbelah

Rabu, 20 Maret 2019 14:13 Reporter : Moch. Andriansyah, Erwin Yohanes
Fenomena Halocline, Air Laut di Selat Madura Seperti Terbelah Fenomena Halocline. ©2019 Merdeka.com/Moch Andriansyah

Merdeka.com - Fenomena halocline terjadi di Selat Madura. Air laut tampak seperti terbelah, tak bisa menyatu dan dipisah buih ombak karena perbedaan suhu, kadar garam, dan kerapatan airnya. Kejadian ini bisa dilihat dari Jembatan Suramadu hingga Sampang, Madura.

Menurut Humas Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS), Faisal Yasir Arifin, sebenarnya fenomena halocline adalah kejadian yang biasa dan sering terjadi. Dan di Selat Madura, terjadi sejak Selasa (19/3) kemarin.

"Jadi begini ya, ini hal yang sudah biasa sebenarnya, sudah sering terjadi. Cuma kemarin skalanya lebih, agak lebih memanjang, eh terpantau sampai Sampang. Sampang itu sekitar 60 kilometer (Km) dari sini (Suramadu), jadi ini fenomena halocline," terang Faisal, Rabu (20/3).

Faisal menyebut, fenomena yang sama juga pernah terjadi di Selat Gibraltar, yaitu pertemuan air dari Laut Atlantik dan Mediterania. Peristiwa halocline, katanya, bisa sampai lama.

"Bisa berhari-hari, bisa semalam saja. Tidak pasti. Tergantung arus lautnya," ungkapnya.

Sementara di Selat Madura, air laut yang dilihat dari atas Jembatan Suramadu, tampak seperti terbelah dan dipisah oleh buih ombak. Satu sisi airnya tampak berwarna lebih gelap, sisi lain terlihat lebih terang.

Masih menurut Faisal, fenomena halocline terjadi di Selat Madura karena pertemuan dua jenis massa air dari sisi timur dan barat, yang densitasnya berbeda. "Suhu, kadar garam, dan kerapatan airnya tidak bisa menyatu. Jadi ini fenomena halocline," tandasnya. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Fenomena Alam
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini