Fathanah bakal laporkan mantan sopir ke polisi

Rabu, 27 November 2013 02:00 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Fathanah bakal laporkan mantan sopir ke polisi Sidang Ahmad Fathanah. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Terdakwa kasus suap pengurusan penambahan kuota impor daging sapi pada Kementerian Pertanian dan pencucian uang, Ahmad Fathanah, mengaku akan melaporkan mantan sopir pribadinya, Sahrudin alias Alu, ke polisi. Menurut penasihat hukum Fathanah, Ahmad Rozi, kliennya merasa Sahrudin memberikan keterangan palsu dalam persidangan soal bungkusan yang ada dalam mobil Toyota Prado miliknya pada hari penangkapan.

"Barusan diskusi dengan Fathanah. Jadi saya diminta untuk melakukan laporan polisi terhadap sopir Pak Fathanah, Sahrudin," kata Rozi kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (26/11).

Menurut Rozi, dalam persidangan Sahrudin mengatakan sempat mendapat telepon pada malam hari, beberapa saat sebelum Fathanah ditangkap. Rozi melanjutkan, dalam persidangan Sahrudin mengatakan dalam pembicaraan telepon itu dia diminta Fathanah supaya menjaga mobil.

"Di persidangan, Sahrudin bilang Fathanah berpesan pada dirinya, 'Sahrudin kamu jangan jauh-jauh, karena ada daging buat Luthfi.' Sehingga diasumsikan bahwa uang Rp 1 miliar itu uang buat Pak Luthfi," ujar Rozi.

Rozi berkeras, kliennya tidak pernah mengatakan itu dalam persidangan. Menurut Rozi, tim penasihat hukum juga telah meminta hakim memerintahkan jaksa memutar ulang rekamannya pada sidang Fathanah, tapi sampai sidang berakhir tak kunjung diputar.

"Di persidangan Luthfi, diputar rekaman sadapan percakapan telepon Fathanah dengan Sahrudin. Di situ memang terbukti tidak ada kata-kata 'daging buat Luhtfi.' Yang dikatakan Fathanah adalah, 'Kamu jangan jauh-jauh dari mobil, soalnya ada daging busuk," ujar Rozi.

Lantas saat didesak sebenarnya duit Rp 1 miliar yang diambil di PT Indoguna Utama itu buat siapa, rozi mengatakan dipakai untuk kepentingan pribadi kliennya. Yakni membayar cicilan mobil.

"Tidak diperuntukkan buat Luthfi Hasan Ishaaq. Ini sejalan keterangan saksi Felix Radjali (staf pemasaran ruang pamer) yang juga ada di Hotel Le Meridien. Yang dikatakan terima pembayaran utang dari Fathanah Rp 450 juta. Jadi uang itu bayar utang. Fathanah tidak bayar uang selain Rp 1 miliar itu," ucap Rozi.

Rozi menilai, perbuatan Sahrudin dalam persidangan bisa dijerat dengan delik memberikan keterangan palsu. Menurut dia, dengan melaporkan Sahrudin ke polisi, dia berharap supaya saksi tidak bermain-main dalam persidangan.

"Kita tidak ingin mengada-ada, hal tendensius, tapi memberikan pelajaran. Apapun prosesnya harus sesuai hukum yang benar," ucap Rozi. [dan]

Baca juga:
Tiga kebohongan elite PKS
Wanita-wanita cantik ini rajin sambangi tahanan KPK
Luthfi Hasan sebut Fathanah anak nakal dan cuma patuh kepadanya
Soeripto dicecar soal peran Sengman di kasus kuota impor daging

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus Suap Daging
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini