FATF penting bagi Indonesia, kementerian dan lembaga bersiap hadapi MER

Selasa, 29 Agustus 2017 17:18 Reporter : Nurul Afrida
FATF penting bagi Indonesia, kementerian dan lembaga bersiap hadapi MER Wiranto di kantor PPATK. ©2017 Merdeka.com/Nurul Afrida

Merdeka.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto memimpin rapat Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Wiranto adalah ketua tim komite yang menggelar rapat bersama 16 kementerian dan lembaga di kantor PPATK, Selasa (29/8).

Rapat tersebut membahas evaluasi lembaga internasional terhadap rekomendasi yang dikeluarkan oleh Financial Action Task Force on Money Laundering (FATF).

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin mengatakan, Indonesia tengah bersiap menghadapi Mutual Evaluation Review (MER).

Mutual Evaluation Review (MER) adalah serangkaian kegiatan suatu badan International (FATF) yang dilaksanakan melalui salah satu organisasi regionalnya (APG) Sekretariat untuk mengetahui sejauh mana kepatuhan rezim Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaa Terorisme (AML/CFT).

Kiagus mengatakan, jika MER berjalan lancar, akan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia. Jadi pihak Kementerian dan Lembaga harus benar-benar mempersiapkan menjelang MER nanti, agar Indonesia bisa masuk ke dalam keanggotaan FATF.

"Iya itu tadi sudah sangat jelas ya bahwa setiap Kementerian Lembaga itu sudah punya catatan apa yang harus dipersiapkan untuk melengkapi kedatangan Tim ini dalam rangka interview," terang Kiagus dalam konferensi pers usai lakukan rapat di Gedung PPATK, Jl Ir H Juanda, Jakarta Pusat, Selasa (29/8).

Sayang, Wiranto menolak berkomentar soal apa saja yang dibahas di dalam. Dia hanya mengatakan, setiap kementerian dan lembaga tengah bersiap menghadapi MER ini.

"Banyak ya, banyak yang kita catat, tadi poin demi poin sangat banyak, lengkap, karena juga sangat banyak, setiap permasalahan sudah disampaikan tadi. Setiap Kementerian ada permasalahan setiap lembaga, ada permasalahan itu tercatat secara baik," kata Wiranto.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto menyampaikan, penting bagi Indonesia untuk masuk ke dalam keanggotaan FATF. Dia yakin, hal ini akan berdampak pada perekonomian di Indonesia.

"Dalam FATF itu sangat penting bagi perekonomian kita, pertama tentu dalam konteks engagement dengan dunia International ini sangat penting, berbagai hubungan bisnis dengan dunia International akan lebih diterima karena kita sudah masuk dalam keanggotaan FATF yang sudah menetapkan berbagai standar global terkait dengan kita misalnya memerangi mekanisme pencucian uang maupun financing terrorism, nah ini sangat penting bagi Indonesia," terang Hadiyanto.

Hadiyanto menambahkan, sebagai negara berkembang, penting bagi Indonesia masuk keanggotaan FATF. Oleh sebab itu, sejumlah persiapan harus dilakukan dengan baik oleh setiap kementerian dan lembaga terkait. [rnd]

Baca juga:

Dipimpin Wiranto, 16 kementerian/lembaga rapat TPPU di PPATK

Bakal dievaluasi tim APG, Wiranto harap PPATK bisa gabung FATF

KPK kembalikan hasil pencucian uang Nazaruddin ke negara, nilainya Rp 24,5 M

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pencucian Uang
  3. PPATK
  4. Wiranto
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini