Hot Issue

Faktor Kenaikan Positif Covid-19 Tembus 1.000 Kasus

Jumat, 12 Juni 2020 06:00 Reporter : Dedi Rahmadi
Faktor Kenaikan Positif Covid-19 Tembus 1.000 Kasus 1000 Kasus Positif Corona. ©2020 Merdeka.com/BNPB

Merdeka.com - Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menjelaskan kenaikan signifikan kasus positif virus corona baru dalam beberapa hari terakhir karena peningkatan kapasitas uji spesimen dari hasil pelacakan kontak dekat pasien.

Gugus Tugas COVID-19 berpendapat kenaikan pesat kasus positif COVID-19 dalam beberapa hari terakhir, tidak bisa langsung dikaitkan dengan potensi terjadinya gelombang kedua COVID-19.

"Perhitungan yang kami observasi hingga hari ini, kami percayai sebagai hasil dari peningkatan kapasitas Indonesia untuk melakukan tes. Pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan utama meningkatkan pelacakan, dan juga disebabkan penemuan kasus aktif," kata Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito saat telekonferensi pers reguler berbahasa Inggris di Jakarta, Kamis (11/6).

"Oleh karena itu, kita tidak bisa hanya sekadar mengaitkan pertambahan dengan gelombang kedua penularan virus," ia menambahkan.

Wiku mengatakan pemerintah telah berhasil mencapai target pertama peningkatan kapasitas uji spesimen sebanyak 10 ribu sampel per hari. Bahkan, Indonesia pernah mengetes 14 ribu sampel spesimen per hari untuk diagnosa COVID-19. Kini pemerintah sedang berupaya untuk meningkatkan kapasitas uji spesimen menjadi 20 ribu per hari.

"Saat ini lebih banyak laboratorium dan universitas yang mampu melakukan tes," ujar dia.

1 dari 5 halaman

2 Kali Rekor Tertinggi Pecah

Wiku mengatakan akan lebih akurat untuk melihat perkembangan kasus COVID-19 berdasarkan data masing-masing daerah. Terdapat daerah yang sudah sangat membaik dan masuk dalam kategori zona kuning, zona hijau, namun memang masih terdapat yang tercatat sebagai zona merah.

"Untuk menangani wabah, juga tergantung dengan respons dan manajemen daerah setempat, agar mampu memenuhi kebutuhan dasar di lapangan," ujarnya.

Dalam dua hari terakhir, Selasa (9/6) dan Rabu (10/6), Indonesia berturut-turut mencatat rekor tertinggi penambahan kasus COVID-19 dalam waktu 24 jam.

Berdasarkan data Gugus Tugas, pada Selasa, terdapat 1.043 kasus baru COVID-19. Jumlah kasus baru ini merupakan yang pertama kalinya menembus angka lebih dari 1.000 kasus dalam sehari. Kemudian, pada Rabu tercatat penambahan 1.241 kasus baru COVID-19 dalam waktu satu hari saja.

Dua kali penambahan mencapai 1.000 kasus positif ini merupakan yang tertinggi, terhitung sejak kasus pertama COVID-19 di Indonesia diumumkan pemerintah pada 2 Maret 2020.

2 dari 5 halaman

Masker

Juru Bicara Pemerintah Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengungkap penyebab kasus positif Covid-19 baru meningkat tajam. Dia menyebut, salah satu pemicunya masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker dengan benar.

"Dari beberapa data yang kita dapatkan penggunaan masker yang tidak benar juga berkontribusi terhadap penularan ini," ujarnya dalam Konferensi Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Kamis (11/6).

Yurianto mengatakan hingga saat ini masih sering ditemukan masyarakat menggunakan masker hanya menutup mulut atau dagu. Namun, tidak menutup hidung.

Padahal, penularan virus corona bisa melalui hidung, mata dan mulut. Tak hanya itu, masih banyak masyarakat tidak melepaskan masker dengan benar. Misalnya, tidak melepas tali elastis dari daun telinga sambil menjauhkan masker dari wajah dan pakaian.

"Tidak melepasnya, menyimpannya atau mencucinya dengan benar. Ini juga menjadi beberapa hal yang harus kita perhatikan," ujarnya.

3 dari 5 halaman

Berkerumun

Yurianto juga menyinggung masih banyak warga yang berkerumunan di pasar atau tempat-tempat tertentu. Hal ini mengakibatkan rantai penularan Covid-19 sulit diputus.

"Ini memberikan ruang bagi memungkinkannya proses penularan. Oleh karena itu, menjaga jarak dan menghindari kerumunan sesuatu yang penting," tegasnya.

Sebagai informasi, terjadi peningkatan sebanyak 979 kasus positif Covid-19 baru. Penambahan ini menyebabkan jumlah kasus positif Covid-19 di Tanah Air mencapai 35.295 kasus. Jumlah ini merupakan akumulasi kasus sejak Indonesia terkonfirmasi terpapar virus corona pada Maret lalu.

Peningkatan juga terjadi pada kasus sembuh. Ada 507 pasien yang sembuh dari Covid-19 untuk periode 10 hingga 11 Juni 2020. Dengan demikian, total keseluruhan kasus sembuh sebanyak 12.636.

Kasus kematian karena Covid-19 juga masih terjadi. Kasus kematian bertambah sebanyak 41. Sehingga total akumulatif kasus kematian karena Covid-19 sebanyak 2.000.

4 dari 5 halaman

Beradaptasi

Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro mengatakan beradaptasi bukan berarti menyerah, apalagi mengalah, pada COVID-19.

"Beradaptasi adalah mengubah perilaku dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang sesuai dengan protokol kesehatan," kata Reisa dalam jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang diikuti melalui akun Youtube BNPB Indonesia di Jakarta, Kamis (11/6).

Reisa mengatakan masyarakat produktif yang aman COVID-19 hanya bisa terlaksana apabila masyarakat secara disiplin menjalankan adaptasi kebiasaan baru, yaitu dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menggunakan masker saat di luar rumah, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Kebiasaan-kebiasaan baru tersebut sudah berkali-kali disosialisasikan. Menurut Reisa, sebagian besar masyarakat di Indonesia sudah menerapkan kebiasaan-kebiasaan baru tersebut dengan baik.

"Sayangnya, masih ada yang belum disiplin. Kita ingin angka positif COVID-19 menurun. Tidak akan bisa bila hanya mendengarkan sosialisasi, tetapi tidak menjalankan protokol kesehatan," tuturnya.

5 dari 5 halaman

Vaksin Belum Ditemukan

Reisa mengatakan antivirus corona penyebab COVID-19 berupa vaksin masih belum ditemukan. Para ahli dari berbagai negara masih terus melakukan uji coba dan belum bisa dipastikan kapan akan ditemukan vaksin yang efektif melindungi diri dari COVID-19.

"Menurut para pakar, mematuhi protokol kesehatan adalah tameng terbaik bagi kita untuk mengurangi risiko tertular COVID-19," katanya.

Sejumlah studi menyatakan bahwa virus corona penyebab COVID-19 dapat bertahan selama 72 jam di permukaan plastik dan besi tahan karat, empat jam di permukaan tembaga, dan kurang dari empat jam di permukaan kertas karton.

"Dengan sering menyentuh benda-benda di sekeliling kita, bisa langsung menularkan COVID-19 bila kemudian menyentuh mulut, hidung, dan mata. Karena itu, mencuci tangan dengan baik dan benar menjadi penting," katanya. [ded]

Baca juga:
ASN Kota Serang Positif Corona Usai Berkunjung ke Zona Merah
Pemkot Semarang jadi Kluster Penularan Covid-19, 20 ASN Terdeteksi Tanpa Gejala
Surabaya Raya Resmi Masuk Masa Transisi New Normal, Ada 5 Komitmen yang Disepakati
Kemenkes Sebut 80 Persen Klaim Rumah Sakit Untuk Perawatan Corona Telah Dibayarkan
Pemerintah Ungkap Penyebab Harga Tes PCR Corona Mahal
Menko Airlangga: Kalau PSBB Diteruskan, Indonesia Kuartal II Bisa Tumbuh Minus

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini