Faktor kenaikan harga bawang versi Jokowi

Reporter : Muhammad Sholeh | Jumat, 15 Maret 2013 22:04
Faktor kenaikan harga bawang versi Jokowi
bawang putih. merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Harga bawang di pasaran, harganya naik dan terus meroket. Pasokan yang kurang dan tingginya harga bawang membuat resah masyarakat. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, persoalan utama bawang saat ini adalah terkait dengan suplai. Jika pasokan sedikit otomatis harga akan melambung karena permintaan banyak.

"Iya. Itu problemnya kan suplainya anjlok menurun ya harga naik dan itu memang kebijakan nasional," ujar Jokowi di Kantor Balai Kota, Jakarta, Jumat (15/3).

Oleh karena itu, menurut Jokowi, problem bawang merupakan kebijakan nasional. Pemerintah pusat yang lebih berwenang untuk mengendalikan ketersediaan pasokan bawang di pasaran.

"Itu memang kebijakan nasional," terangnya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) marah terhadap jajaran kabinetnya karena kekurang sigapan menteri dalam menangani lonjakan bawang. Harga bawang naik tajam menjadi Rp 60.000-Rp 100.000.

"Saya memang marah kemarin karena bawang merah dan putih ini berhari-hari kurang cepat, kurang konklusif, kurang nyata," ujar SBY saat berbincang dengan forum Pemred di kantor presiden, Jumat (15/3).

"Tadi pagi dilaporkan kepada saya, insya Allah ada solusi yang cepat. Dideliver berubah harga itu jadi lebih stabil, rakyat percaya," katanya.

[ian]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# Krisis Bawang Putih

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE