Fakta Unik WMSJ 2025: Gelaran Pramuka Muslim Pertama Dunia Bawa Pesan Damai untuk Palestina
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebut World Moslem Scout Jamboree (WMSJ) 2025 jadi wadah utama sampaikan pesan damai untuk Palestina, menegaskan komitmen Indonesia menolak penjajahan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa World Moslem Scout Jamboree (WMSJ) 2025 menjadi platform penting. Acara ini secara khusus digunakan untuk menyuarakan pesan perdamaian bagi rakyat Palestina yang sedang menghadapi penderitaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono Anung dalam sebuah keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada Minggu (14/9). Ia menyoroti kondisi Gaza yang porak-poranda sebagai inti dari keprihatinan bersama yang diangkat dalam kegiatan ini. Seluruh peserta diharapkan mendoakan keadilan dan kebebasan segera terwujud.
Gelaran akbar pramuka muslim pertama di dunia ini diselenggarakan di Buperta Cibubur, Jakarta. Kegiatan ini tidak hanya memperingati 100 Tahun Gontor, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat Indonesia sebagai bangsa yang mencintai perdamaian dan menolak segala bentuk penjajahan.
WMSJ 2025: Suara Damai dari Jakarta untuk Palestina
Pramono Anung menyatakan kekagumannya terhadap WMSJ 2025 yang berhasil membawa isu kemanusiaan global. "Menurut saya luar biasa. Pesan damai untuk Palestina, untuk Gaza yang kini porak-poranda, menjadi inti dari kegiatan ini," ujarnya.
Ia juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas penderitaan panjang yang dialami rakyat Palestina akibat agresi dari Israel. Gubernur DKI Jakarta itu berharap agar solusi damai segera tercapai. "Ini adalah keprihatinan kita bersama. Semoga segera ada solusi dan Palestina bisa merdeka dengan damai," tambah Pramono.
Komitmen Indonesia untuk perdamaian global tercermin jelas dalam inisiatif WMSJ 2025. Acara ini bukan sekadar pertemuan pramuka biasa, melainkan sebuah gerakan moral global yang melahirkan generasi muda muslim berkarakter, beradab, dan peduli kemanusiaan. Dari Jakarta, seruan pembebasan Palestina menggema ke seluruh dunia.
Doa Bersama dan Komitmen Global dalam WMSJ 2025
Suasana hening menyelimuti arena WMSJ 2025 ketika Ketua Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor, Hamid Fahmy Zarkasyi, memimpin doa. Ia mengajak 15.333 peserta untuk mendoakan rakyat Palestina yang sedang berjuang melawan penindasan. Doa tersebut dilakukan dengan membaca surat Al-Fatihah secara serentak.
"Untuk rakyat Palestina yang sedang kelaparan, kesusahan, mari kita doakan bersama-sama dengan membaca Al-Fatihah," ucap Hamid Fahmy Zarkasyi. Ribuan suara peserta kemudian menyambut ajakan tersebut dengan khusyuk. Momen ini menunjukkan solidaritas kuat dari peserta WMSJ 2025.
Jambore ini melibatkan total 15.333 peserta, terdiri dari 7.149 putra, 6.349 putri, 1.718 pembina, serta 117 panitia dan pengurus pesantren. Mereka berasal dari 1.530 grup pramuka dari 18 negara berbeda. Kehadiran delegasi internasional ini memperkuat pesan persatuan dan perdamaian yang diusung WMSJ 2025.
Negara-negara yang berpartisipasi antara lain Arab Saudi, Malaysia, Oman, Qatar, Brunei Darussalam, Maladewa, Tunisia, hingga Inggris dan Ghana. Keanekaragaman peserta dari berbagai belahan dunia ini menjadikan WMSJ 2025 sebagai ruang kebersamaan yang unik. Ini juga menjadi panggung efektif untuk menyuarakan perdamaian dunia dan pendidikan kepemimpinan.
Sumber: AntaraNews