Fakta Penyebab Bambu Getah Getih Habis Rp550 Juta Dibongkar

Jumat, 19 Juli 2019 06:30 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Fakta Penyebab Bambu Getah Getih Habis Rp550 Juta Dibongkar Pembongkaran Bambu Getah Getih di Bundaran HI. ©2019 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Hampir satu tahun patung bambu Getah Getih menghiasi Jakarta. Kini patung bambu kebanggaan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terpaksa dibongkar. Patung bambu Getah Getih pertama kali dipasangkan pada Agustus 2018 di Bundaran HI, dalam rangka menyambut perhelatan Asian Games di Jakarta.

Lalu apa penyebab Getah Getih karya seniman Joko Avianto itu dibongkar? Berikut penjelasannya:

1 dari 5 halaman

Patung Bambu Sudah Rusak Karena Cuaca

Hampir satu tahun, patung bambu 'Getah Getih' dibongkar. Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati membenarkan pembongkaran tersebut. Ia mengatakan alasan pembongkaran bambu itu karena kondisi yang mulai rapuh.

"Dilakukan pembongkaran karena bambunya sudah mulai rapuh karena cuaca sehingga jalinan bambu sudah mulai jatuh. Khawatir rubuh," kata Suzi.

2 dari 5 halaman

Bambu Tidak Bisa Digunakan Lagi

Karena sudah rusak, bambu-bambu itu akhirnya tidak bisa digunakan lagi. Nantinya, lahan bekas tempat bambu dipasang akan ditanami tanaman.

"Tidak dapat digunakan lagi. Sekarang ditanam border semak ground cover sambil menunggu instalasi lainnya," kata Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati.

3 dari 5 halaman

Biaya Pemasangan Seni Bambu dari 10 BUMD DKI Jakarta

Harga seni bambu tersebut tidaklah murah. Pemasangan patung bambu 'Getah Getih' menghabiskan Rp550 juta yang berasal dari 10 BUMD DKI dengan sistem konsorsium.

"Bambunya boleh bengkok, tapi niatnya lurus," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat itu.

Anies mengatakan, bambu sering diremehkan. Oleh karena itu, ia ingin menunjukkan bahwa bambu adalah benda bernilai tinggi.

Instalasi seni itu, menurut Anies, sengaja dipilih dari bambu dengan harapan agar masyarakat tahu kelebihan-kelebihan bambu.

4 dari 5 halaman

Tidak Dibongkar, Memang Sudah Harus Diambil

Seniman Joko Avianto, pembuat Getah Getih menyatakan karya seninya itu tidak dibongkar, melainkan memang sesuai perencanaan awal hanya untuk dipajang 6 bulan hingga 1 tahun saja.

"Itu bukan pembongkaran sih, itu udah direncanain, udah ada perencanaan karya itu tahan sampai 1 tahun walaupun sebenarnya perencanaan waktu itu karyanya hanya untuk 6 bulan," katanya.

Joko mengatakan, karya seni itu dibuat untuk festival yang waktunya sementara. "Memang karya yang sifatnya festival, sifatnya buat festival. Kan kemarin itu menghadapi Asian Games kan dan 17 agustus tahun lalu," katanya

5 dari 5 halaman

Penyebab Tak Tahan Lamanya Bambu Karena Polusi

Terkait kekuatan bambu, Joko mengatakan tiap wilayah memiliki variasi berbeda-beda. Tergantung pada lingkungan, cuaca dan kelembapan.

"Variatif pengalaman saya di tiap kota, tiap lingkungan beda-beda kekuatannya, enggak bisa dibandingkan. Kalau lingkungannya udah polutif banget ya begitu kejadiannya. Di karya saya yang lain mungkin lebih baik. Dibandingin karya saya Jerman 2015, ya 1 tahun sih kawat enggak karatan masih bagus," tambahnya.

Mudah rapuhnya bambu di Jakarta, menurut Joko dipengaruhi polusi yang sangat kuat di Ibukota. "Kalau pengalaman saya dan di kota-kota lain yang lingkungannya enggak polutif itu akan lebih lama. Jadi bagi saya indikator sih," tandasnya. [has]

Baca juga:
Penjelasan Seniman Soal Karya Bambu Getah Getih Rapuh Hingga Dibongkar Pemprov DKI
DPRD DKI Nilai Pembongkaran Getah Getih Bentuk Pemborosan Anies Baswedan
Instalasi Getah Getih Dibongkar, DPRD DKI Akan Panggil Dinas Terkait
Warga Soal Pembongkaran 'Getah-Getih': Kan Itu Mahal Biayanya
Pembuat Karya Seni Bambu di Bundaran HI: Perencanaan Waktu Itu Hanya untuk 6 Bulan

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini