KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Fakta mengejutkan hasil olah TKP pasangan mesum di mal Surabaya

Jumat, 10 Maret 2017 06:03 Reporter : Dedi Rahmadi
mesum di mall. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Pasangan remaja WT (16) dan YW (15) nekat berbuat mesum di kamar ganti atau fitting room, pihak Lotte Mart lantai B1 Pakuwon Mal Surabaya, Jawa Timur. Bahkan video penggerebekan pasangan mesum tersebut disebar luas di internet.

Polisi pun menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di mal tersebut, Kamis (9/3). Petugas memasang garis polisi di fitting room dan kantor sekuriti tempat pasangan itu diinterogasi.

Pasangan mesum digelandang ke kantor sekuriti tanpa mengenakan celana

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga mendapat hasil yang mengejutkan dari hasil olah TKP tersebut. Baik fakta tambahan maupun detail kejadian tersebut.

"Kedua pelajar tersebut digelandang dalam posisi tidak menggunakan celana dalam dan celana luar sejauh 100 meter (sebelumnya disebut Shinto 70 meter) dari titik fitting room ke ruang interogasi di kantor sekuriti," terang Shinto.

Polisi olah TKP tempat dua remaja kepergok mesun di ruang ganti mal ©2017 merdeka.com/moch. andriansyah

Saat diinterogasi, pasangan mesum dilarang sekuriti gunakan celana selama 15 menit

Saat digelandang, dua remaja belasan tahun tersebut melewati kasir dan gudang barang dengan kondisi tanpa pakaian bawah. Selanjutnya masuk ke kantor sekuriti.

"Setelah di ruang interogasi, kedua pelajar ini juga dilarang sekuriti untuk menggunakan celananya selama sekitar 10 hingga 15 menit. Dan setelahnya, mereka diberi sarung untuk menutupi auratnya oleh pihak kantor," papar perwira dua melati di pundak ini.

Orangtua pasangan mesum minta video dihapus, tapi sudah disebar sekuriti

Selanjutnya, dilakukan pembuatan semacam berita acara oleh pihak sekuriti terhadap kedua pelajar tersebut. "Pihak sekuriti juga memanggil kedua orangtua pelajar tersebut dan memberitahukan peristiwa yang terjadi. Kemudian orangtua meminta video dihapus," sambungnya.

Sayang, video tersebut sudah terlanjur dishare ke media sosial. "Si sekuriti memang menghapus video tersebut, namun sebelumnya sempat men-share video tersebut ke Grup WA (WhatsApp)," ucapnya.

[ded]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.