KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Fakta-fakta penganiayaan taruna tingkat dua Akpol renggut nyawa Adam

Sabtu, 20 Mei 2017 05:02 Reporter : Henny Rachma Sari, Parwito
rumah duka Mohammad Adam. ©2017 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Penyidik Polda Jawa Tengah hingga kini belum menetapkan tersangka kasus penganiayaan Taruna tingkat dua Akademi Kepolisian (Akpol) yang menewaskan Mohammad Adam. Padahal, informasi terakhir, penyidik sudah memeriksa 35 saksi yang berasal dari taruna tingkat dua serta senior di tingkat tiga.

Menurut hasil pemeriksaan sementara, diketahui motif penganiayaan karena senior menilai korban tidak disiplin.

"Kalau dari saksi yang dikumpulkan sementara, melihat taruna tidak disiplin pada saat pesiar atau ada beberapa pelanggaran. Jadi di situ," ungkap Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono kepada wartawan, Jumat (19/5).

Meski demikian, Kapolda mengakui jika 'pembinaan' yang diterima korban diluar jam kedinasan. Sebab, pengumpulan taruna di lokasi kejadian yakni flat A yang merupakan gudang tanpa sepengetahuan petugas piket.

Mantan Kakorlantas Polri ini mengungkap peristiwa terjadi usai para taruna apel malam, Rabu (17/5). Saat itu, taruna tingkat II diminta menghadap taruna tingkat III sekitar pukul 00.30 Wib di flat A.

"Kalau lewat jalan biasa, ada piket. Ya ini di luar dinas."

Saat sudah berkumpul, para taruna tingkat II diminta untuk bersikap tobat yang lantas dihujani bogem mentah oleh para seniornya. Informasi yang dihimpun, korban Adam mendapat enam kali pukulan di bagian ulu hati.

rumah duka Mohammad Adam 2017 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir


Tak lagi kuat menahan pukulan demi pukulan, korban pun tumbang dan pingsan. Akhirnya, ia dibawa ke RS Akpol. Sayang, korban nyawa korban tak dapat ditolong lagi dan dinyatakan tewas pada pukul 02.45 Wib.

Setelah diautopsi, diketahui jika korban mengalami gagal napas serta kekurangan oksigen.

"Dari dokter forensik mengatakan bahwa ada luka pada korban di dada yang mengakibatkan sesak napas. Dipastikan meninggal karena penganiayaan dan pemukulan," tutur Condro. [rhm]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.