Fakta-Fakta Mengerikan Jambret Gentayangan di Kuningan

Senin, 8 April 2019 06:20 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Fakta-Fakta Mengerikan Jambret Gentayangan di Kuningan ilustrasi jambret. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Komplotan jambret beraksi di mana-mana. Mereka tak segan mencelakai korbannya, pria maupun wanita. Modusnya juga beragam, tapi intinya mereka mencari mangsa yang lengah. Biasanya komplotan penjahat ini membawa senjata tajam untuk menakuti korbannya.

Salah satu tempat paling sering terjadi penjambretan adalah kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Berikut kejadian penjambretan yang mengerikan di kawasan Kuningan:

1 dari 4 halaman

Korban dan Penjambret Tewas Usai Tarik-Tarikan Tas

Aksi penjambretan kembali terjadi di jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Korban terdiri dari dua mahasiswa, AH (22) dan RN (23) yang tengah berboncengan dari arah Menteng ke Kuningan.

Namun tepat pukul 02.00 wib saat dalam perjalanan di HR Rasuna Said, tiba-tiba dua pelaku menjambret tas korban. "Kemudian di lampu merah Menteng, korban dijambret oleh dua pelaku yang juga berboncengan motor," kata Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Andi Sinjaya Ghalib.

Pelaku dan korban saling tarik-menarik tas. Saat sampai di Tugu 66 Kuningan, motor korban dan pelaku jatuh. Satu mahasiswa dan satu pelaku tewas.

"Korban satu meninggal dan satu mengalami luka. Untuk pelaku juga satu orang meninggal dunia inisial HZ dan satu lagi berinisial MSA luka di bagian kepala dan masih dirawat di RS Kramat Jati," katanya.

2 dari 4 halaman

Jambret Tarik Tas Korban

Pada November 2018 lalu, pelaku penjambretan MKM (21) ditangkap oleh pihak kepolisian. MKM memang sering beroperasi di kawasan Jakarta Selatan, seperti kawasan Kuningan hingga Mal Casablanka

Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Andi Sinjaya Ghalib mengatakan pada Oktober 2018 lalu, MKM menjambret seorang perempuan. Korban mengalami kritis. Modusnya, dengan memepet korban dengan motor. Pelaku juga melakukan aksinya seorang diri.

“Setelah itu menarik tas korban, dan korban sempat kritis dan dirawat di rumah sakit,” kata Andi.

Pelaku mengaku menjambret selama satu tahun dan memilih korban perempuan. Alasannya karena menurutnya perempuan memiliki kelemahan. Apalagi pelaku biasa menjambret malam hari dan jalanan yang sepi.

3 dari 4 halaman

Sopir Taksi Dibacok Saat Tunggu Penumpang

Kejadian ini terjadi di Jalan Patra Raya, Kuningan, Jakarta Selatan. Korban yang berprofesi sebagai sopir taksi juga menjadi incaran para jambret.

Saat itu korban tengah menunggu penumpang menjelang subuh. Tak lama kemudian ada orang yang menanyakan alamat pada korban. Tiba-tiba orang tersebut, Joni mengancam korban.

"Saat korban melarikan diri, pelaku mengejar hingga mengeroyok dan membacok punggung sopir itu," kata Kapolsek Setiabudi AKBP Tumpak Simangunsong.

Korban terpaksa merelakan sebuah ponsel dan uang tunai sebesar Rp 800.000 pada pelaku.

4 dari 4 halaman

Wartawan Dijambret

Seorang wartawati media online, Lidya Hidayati mengalami penjambretan pada Desember 2018 di Fly Over Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Kejadian sekitar pukul 05.30 wib.

Saat itu Lidya tengah mengendarai motor menuju tempat kostnya. Saat melintas Fly Over Rasuna Said arah Gedung KPK, tiba-tiba motornya dipepet pelaku penjambretan. Tasnya langsung dirampas oleh pelaku.

Akibatnya, Lidya terjatuh dari motornya dan mengalami luka di tangan kirinya. "Iya saya terpelanting dari motor. Luka di tangan saja. Saya alhamdulillah masih selamat. Tapi, ini masih harus urus beberapa surat-surat yang hilang," kata Lidya. [has]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini