Fakta-Fakta Kerusuhan di Penajam Paser Utara

Kamis, 17 Oktober 2019 12:58 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Fakta-Fakta Kerusuhan di Penajam Paser Utara Aksi Massa di Pelabuhan Penajam Paser Utara. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - Wilayah Penajam Paser Utara (PPU) tiba-tiba mencekam pada Rabu (16/10) siang. Sejumlah warga beraksi anarkis. Mereka melakukan pembakaran rumah warga.

Aksi ini dipicu peristiwa pengeroyokan pada Selasa (15/10) yang mengakibatkan satu korban meninggal. Lantas bagaimana awal terjadi kerusuhan? Berikut ulasannya:

1 dari 5 halaman

Berawal dari Pengeroyokan

Aksi demo yang dilakukan warga kawasan pelabuhan penyeberangan di Penajam, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, bermula dari kekesalan seorang pemuda terhadap Rn (18), Ca (19). Pemuda itu kemudian menantang korban bertemu di pantai Nipahnipah.

Setelah bertemu, kedua korban dikeroyok habis-habisan oleh tiga orang. Tak hanya itu mereka juga menikam korban. Hingga akhirnya menewaskan satu orang berinisial Ca.

2 dari 5 halaman

Pelaku Kabur

Usai melakukan penikaman, tiga pelaku kabur ke Balikpapan. Polisi langsung bergerak cepat. Tak berselang lama Tiga terduga pelaku pengeroyokan dan penikaman akhirnya berhasil ditangkap di Balikpapan.

Saat ini mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di kantor polisi. Peristiwa penikaman ini yang pada akhirnya memicu amarah warga.

3 dari 5 halaman

Warga Demo Bawa Senjata Tajam

Peristiwa penikaman membuat sejumlah warga geram. Mereka kemudian turun ke jalan sambil menenteng senjata tajam. Mereka mengusir keluarga pelaku yang bermukim di sekitar pelabuhan Penajam Paser Utara agar segera meninggalkan daerah itu. Padahal, Selasa (15/10) malam kemarin, sudah dilakukan mediasi.

"Benar. Ada banyak warga bawa senjata tajam, dari siang tadi," kata Suryansyah (43), warga Penajam, dikonfirmasi merdeka.com, Rabu (16/10) malam.

4 dari 5 halaman

Pembakaran Rumah Warga

Sejumlah warga wilayah Penajam Paser Utara, tak hanya demo membawa senjata tajam. Mereka juga melakukan aksi pembakaran terhadap beberapa rumah warga. Aksi pembakaran rumah terjadi di sekitar pelabuhan. Padahal di lokasi ada aparat yang berjaga. Aktivitas penyeberangan kapal feri dari Penajam ke Balikpapan, maupun sebaliknya, sementara tidak bisa beroperasi.

"Warga ingin berunjukrasa, terkait peristiwa penganiayaan yang melibatkan kelompoknya sebagai korban," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Ade Yaya Suryana, dalam penjelasan tertulis diterima merdeka.com, Rabu (16/10) malam.

5 dari 5 halaman

Aktivitas Sempat Lumpuh

Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) berangsur kondusif di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Namun, aktivitas di Pelabuhan Penajam, sempat lumpuh setelah aksi unjuk rasa warga berujung aksi pembakaran bangunan siang harinya.

Tidak ada kapal motor maupun feri penumpang, yang melayani penyeberangan dari Balikpapan, menuju Penajam. Penyebabnya, terkait situasi yang sempat mencekam.

"Keluarga saya tidak bisa balik ke Paser karena tidak ada kapal yang ke Penajam. Terpaksa menginap, bertahan di Balikpapan," kata Yadi (35), warga Paser, dikonfirmasi merdeka.com, Rabu (16/10) malam.

[dan]
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini