Fakta-fakta Kasus Pemerkosaan di UGM Berujung Damai

Rabu, 6 Februari 2019 06:00 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Fakta-fakta Kasus Pemerkosaan di UGM Berujung Damai Mahasiswa desak penuntasan kasus pemerkosaan di UGM. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus pemerkosaan yang dialami mahasiswi UGM berinisial AN berujung damai. Untuk mengungkap kasus ini, polisi sampai melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari 8 saksi, termasuk terduga pelaku.

Kasus ini juga pernah membuat geger. Sebab, terduga pelaku hampir dibiarkan lulus, padahal kasus belum selesai.

Berikut perjalanan kasus pemerkosaan mahasiswi UGM yang kini berujung damai:

1 dari 5 halaman

Korban Mengaku Diperkosa Saat Jalani KKN

UGM. ©Istimewa

Seorang mahasiswi UGM angkatan 2014 berinisial AN diduga diperkosa saat menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pulau Seram, Maluku pada 2017 yang lalu. AN diduga diperkosa oleh sesama rekan KKN-nya yang berinisial HS. HS sendiri merupakan mahasiswa Fakultas Teknik angkatan 2014.

Kasus dugaan pemerkosaan kembali mencuat paska diberitakan oleh balairungpress.com yang merupakan produk dari Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung. Dalam tulisan berjudul 'Nalar Pincang UGM Atas Kasus Pemerkosaan', Balairung memberitakan kejadian pemerkosaan yang dialami oleh AN dan sejumlah langkah yang dilakukan pihak UGM untuk menangani masalah tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani mengatakan jika peristiwa tersebut memang benar terjadi. Pihak UGM, kata Iva, langsung menarik HS yang diduga memerkosa dari kegiatan KKN. Iva langsung membuat tim investigasi yang terdiri dari dosen tiga fakultas, Fakultas Fisipol, Teknik dan Psikologi.

"Pembentukan tim investigasi bertujuan untuk memecahkan masalah serta memberikan pendampingan kepada korban. Kita juga melakukan pendampingan pada korban," katanya.

2 dari 5 halaman

Pelaku Sempat Bantah Lakukan Pemerkosaan

tommy susanto pengacara mahasiswa UGM Hardika Saputra. ©2018 Merdeka.com/purnomo

HS membantah melakukan pemerkosaan. Pengakuan ini diwakilkan pada Kuasa hukumnya, Tommy Susanto. Ia mengatakan bahwa tidak benar kliennya melakukan pemerkosaan terhadap AN.

"Saya sudah mendengarkan pengakuan dari klien saya. Saya tegaskan jika berdasarkan pengakuan dari kliennya, tidak benar ada unsur pemerkosaan maupun pemaksaan yang dilakukan," ujar Tommy.

Tommy menyebut, jika perbuatan HS dengan AN yang mengaku sebagai korban memang ada. Namun, perbuatan itu menurut Tommy dilakukan dengan sadar dan tanpa paksaan.

"Pada saat itu keduanya dalam keadaan sadar. Tidak ada unsur pemaksaan ataupun ancaman kekerasan. Saya garis bawahi, tidak ada perbuatan hubungan suami istri antara keduanya. Hanya sebatas mencium, pegang tangan, menggerayangi, tidak sampai membuka baju," kata Tommy.

3 dari 5 halaman

Hasil Investigasi Benarkan Pemerkosaan

Rektor UGM Panut Mulyono. ©2018 Merdeka.com/Purnomo Edi

Universitas Gadjah Mada (UGM) merilis hasil tim investigasi internal yang dibentuk untuk mengungkap kasus dugaan pemerkosaan terhadap AN. Hasil temuan tim investigasi internal ini disampaikan oleh Rektor UGM, Panut Mulyono.

Menurut Panut, telah terjadi dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswi saat menjalani KKN-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat pada bulan Juli-Agustus 2017. Mahasiswi tersebut mengambil lokasi KKN di sub unit II Nasiri, Seram Barat, Maluku.

"Berdasarkan temuan tim investigasi internal yang dibentuk UGM, dapat disimpulkan telah terjadi dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang mahasiswa KKN kepada mahasiswi KKN yang lain," ujar Panut.

4 dari 5 halaman

Korban dan Pelaku Jalani Konseling

Rektor UGM Panut Mulyono. ©2019 Merdeka.com

Rektor UGM, Panut Mulyono mengatakan proses konseling musti dilakukan keduanya hingga dinyatakan oleh psikolog yang ditunjuk atau dipercaya baik oleh HS maupun AN.

"Saudara HS wajib mengikuti mandatory konseling dengan psikolog klinis yang ditujuk oleh UGM, atau yang dipilihnya sampai dinyatakan selesai oleh psikolog yang menanganinya. Kemudian saudari AN wajib mengikuti trauma konseling dengan psikolog klinis yang ditunjuk oleh UGM atau yang dipilihnya sampai dinyatakan selesai oleh psikolog yang menanganinya," urai Panut.

5 dari 5 halaman

Kasus Berakhir Perdamaian

Konferensi pers rektor UGM Panut Mulyono. ©2018 Merdeka.com/Purnomo Edi

AN dan HS menandatangani nota kesepakatan di hadapan Rektor UGM, Panut Mulyono. Ada sejumlah poin dalam nota kesepakatan tersebut. Di antaranya adalah permintaan maaf HS kepada AN. Kemudian proses konseling dan mekanisme merampungkan studi bagi HS dan AN.

"Saudara HS menyatakan menyesal, mengaku bersalah dan memohon maaf atas perkara yang terjadi pada bulan Juni 2017 kepada pihak saudari AN disaksikan oleh UGM," ujar Panut. [has]

Baca juga:
UGM Sebut Proses Perdamaian Kasus Pemerkosaan Atas Keinginan Korban
Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM Berakhir Damai, Pelaku Minta Maaf ke Korban
Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM, HS dan AN akan Jalani Konseling
Selidiki Pemerkosaan Mahasiswi UGM di Pulau Seram, Polda DIY Periksa Warga Sekitar
Polda DIY Pastikan Tak Ada Kriminalisasi Terhadap Anggota Balairung
Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM, Editor BPPM Balairung Diperiksa Polisi

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini