Fakta-fakta Arsyad si penghina Jokowi dalam kasus pencabulan

Kamis, 14 Juli 2016 05:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum, Nur Fauziah
Fakta-fakta Arsyad si penghina Jokowi dalam kasus pencabulan M Arsad. ©2016 Merdeka.com/Nurul Fauziah

Merdeka.com - Untuk kedua kalinya M Arsad alias Imen (26) harus berurusan dengan polisi. Pada tahun 2014 lalu, pria yang bekerja sebagai tukang sate ini sempat membuat heboh lantaran mengedit foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak senonoh.

Saat ini dia terjerat kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Sebelum mencabuli, Arsad menculik bocah-bocah tersebut ke daerah Puncak, Bogor.

Belum diketahui apa motif dari perbuatan kotor Arsad. Hingga kini polisi masih terus mendalami kasus pencabulan tersebut. Kendati demikian, ditemukan beberapa fakta dari kasus itu.

Berikut ulasannya:

1 dari 4 halaman

Hobi nonton video porno

Ilustrasi Pelecehan Seksual Anak. ©2016 Merdeka.com

Hasrat birahi M Arsad hingga tega mencabuli anak-anak diduga kuat karena hobinya menonton video porno. Sehingga dia kerap terpancing birahinya dan melampiaskan kepada anak-anak. "Dugaannya iya. Dia sering menonton tayangan (porno)," kata Sekjen Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Erlinda, Rabu (13/7).

Selain itu, kata dia, Arsad juga menyimpan foto-foto anak kecil. Kebanyakan foto yang disimpan adalah keponakannya sendiri. "Dia ngakunya sayang sama anak-anak. Tapi itu bukan alasan dia bisa membawa pergi anak-anak tanpa izin," ujar Erlinda.

Sudah ada empat anak yang diculik dan dicabuli oleh Arsad. Mereka diculik di pinggir jalan saat sendirian. Korbannya selalu diimingi uang oleh pelaku. "Sudah sampai petting dan ini sangat membuat korbannya trauma," tandasnya.

Diduga masih ada korban lain dari Arsad. Namun polisi hingga kini masih terus mendalaminya. "Iya saat ini masih pendalaman," kata Kapolresta Depok, Kombes Pol Harry Kurniawan.

2 dari 4 halaman

Sudah cabuli empat bocah

Ilustrasi Pelecehan Seksual Anak. ©2015 Merdeka.com

Di hadapan Sekjen Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda, pelaku diduga pedofilia M Arsad mengaku sudah empat orang anak yang menjadi korbannya.

Padahal sebelumnya dia mengaku korbannya hanya dua orang. "Sudah empat orang (korbannya). Itu pengakuan dia setelah saya berkomunikasi barusan," kata Erlinda usai menemui pelaku di Polresta Depok, Rabu (13/7).

Rata-rata korban Arsad berusia antara 7 hingga 10 tahun. "Korban seluruhnya perempuan," tandasnya.

Dari keempat korban, Arsad mengaku selalu membawa ke Puncak, Bogor. Kemudian pelaku menyewa kamar villa dan berduaan dalam kamar. "Sudah sampai petting dan ini secara psikologis membuat trauma pada korban. Dan ini harus terus digali oleh penyidik," ujarnya.

Mengenai motif, Erlinda menuturkan masih perlu pendalaman lebih. Apakah pelaku memiliki trauma masa lalu atau ada faktor lainnya. "Karena tersangka banyak berbohongnya, menggalinya tidak bisa secara singkat. Harus komprehensif dan lengkap," pungkas Erlinda.

3 dari 4 halaman

Perdaya korban dengan iming-iming uang sebelum dicabuli

Ilustrasi Pelecehan Seksual Anak. ©2015 Merdeka.com

Tersangka pencabulan, Arsad, membeberkan trik buat menjerat mangsa. Dia mengaku menjanjikan akan memberi uang kepada F (10) sehingga bocah itu mau mengikuti kemauannya.

Di hadapan anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Erlinda, Arsad mengaku mengimingi sejumlah uang sebagai imbalan kepada F, setelah mengantar ke minimarket.

"Saya minta antar ke minimarket dan saya upahin Rp 30 ribu," kata Arsad, Rabu (13/7).

Saat itu Arsad seorang diri mengitari kawasan Cilodong pada malam hari. Kebetulan F sedang berjalan seorang diri. Hasratnya pun langsung muncul buat menyetubuhi bocah itu. Dengan berbagai tipu daya, akhirnya F mau ikut dengan Arsad.

"Saya bawa dia naik motor. Awalnya saya bonceng di depan, tapi pas lewatin Cibinong pindah ke belakang karena dia kedinginan," ujar Arsad.

Arsad pun sempat mampir ke sebuah warung. Di sana korban dibelikan minuman oleh pelaku. Kemudian pelaku meneruskan perjalanan hingga menuju sebuah vila di Puncak, Bogor. Setelah di dalam kamar, pelaku melucuti pakaian korban. Kemudian pelaku mencabulinya, tetapi korban berontak dan menangis keras hingga didengar petugas keamanan setempat. Dari tangisan itulah petugas kemudian melapor ke polisi dan pelaku diamankan.

"Saya baru pegang-pegang dan nurunin celananya saja. Terus dia teriak-teriak," ucap Arsad.

Saat ini polisi masih terus mendalami kasusnya. Arsad dijerat Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

"Ancamannya 15 tahun penjara. Kami masih selidiki apakah masih ada korban lain atau tidak," kata Kapolresta Depok, Kombes Pol Harry Kurniawan.

4 dari 4 halaman

Diduga paedofil, Polresta Depok segera tes kejiwaan Arsad

Ilustrasi Pelecehan Seksual Anak. ©2015 Merdeka.com

M Arsad alias Imen (26) dalam waktu dekat akan menjalani tes kejiwaan yang diselenggarakan Polresta Depok dengan melibatkan tim psikologi dari Universitas Indonesia (UI). Hal ini dilakukan karena kuat dugaan Arsad adalah seorang paedofil.

Tes kejiwaan sendiri rencananya akan dilaksanakan pada Kamis (14/7). "Untuk memastikannya diperlukan tes kejiwaan," kata Kapolresta Depok Kombes Pol Harry Kurniawan, Rabu (13/7).

Arsad sendiri hingga kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polresta Depok. Pasalnya keterangan yang Ia berikan masih terus berubah. Mulanya, dia hanya mengaku korban penculikannya hanya satu.

"Setelah di BAP baru ketahuan ternyata dia pernah melakukan penculikan sebulan sebelumnya," ungkapnya.

Jejak Arsad berakhir ketika dia menculik F (10) dari Cilodong, Depok. Dia membawa F ke sebuah villa di Puncak, Bogor. Di sana, F sudah memegang tubuh F dan sudah menurunkan celananya. Namun korban berontak dan berteriak.

Kemudian teriakan itu didengar petugas keamanan dan langsung dilaporkan ke polsek setempat. "Pelaku sempat membuka celana korban. Tapi korban berteriak sehingga didengar oleh warga dan warga langsung mengamankannya," tandasnya.

Dia dijerat pasal 82 UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. "Ancamannya 15 tahun penjara. Kami masih selidiki apakah masih ada korban lain atau tidak," pungkasnya.

  [cob]

Baca juga:
Penghina Jokowi ditangkap kasus cabul: Saya memang sayang anak-anak
Parahnya kelakuan Arsad, edit foto porno Jokowi & mau cabuli bocah
Sindiran politikus PDIP soal Arsad hingga buat Fadli berang
Diduga paedofil, Polresta Depok segera tes kejiwaan Arsad
Arsad pelaku pencabulan hobi nonton video porno
Tukang tusuk sate penghina Jokowi yang jadi predator bisa dikebiri

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini