Fakarich Guru Indra Kenz Dituntut 8 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Kamis, 6 Oktober 2022 16:20 Reporter : Uga Andriansyah
Fakarich Guru Indra Kenz Dituntut 8 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar Fakarich Guru Indra Kenz. Uga Andriansyah

Merdeka.com - Terdakwa kasus penipuan via aplikasi Binomo yakni Fakar Suhartami Pratama (31) dituntut 8 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 1 tahun kurungan. Jaksa penuntut umum Chandra Naibaho menyatakan, Fakar dinyatakan bersalah melanggar Pasal 45A Ayat (1) juncto Pasal 28 Ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Lalu, Fakar juga melanggar Pasal 5 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

"Meminta agar majelis hakim yang menangani perkara ini menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Fakar Suhartami Pratama alias Fakarich dengan pidana penjara selama 8 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider 1 tahun penjara," kata Chandra di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (6/10).

Di hadapan ketua majelis hakim Marliyus, jaksa penuntut umum menjelaskan hal yang memberatkan terdakwa lantaran sudah meresahkan masyarakat karena telah melakukan tindakan yang dilarang oleh negara.

"Hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan. Terdakwa mengakui perbuatannya dan berjanji tidak mengulanginya," ujar Chandra.

2 dari 3 halaman

Peran Terdakwa

Dalam dakwaan kasus ini berawal pada tahun 2019. Saat itu saksi Brian Edgar Nababan selaku customer support Binomo diminta perusahaan Rusia 404 Group untuk menghubungi Fakar.

"Adapun tujuannya yakni menawarkan untuk membuat konten video terkait mempromosikan Binomo dengan bayaran antara Rp20 juta hingga Rp 30 juta. Terdakwa menerima tawaran tersebut. Selanjutnya terdakwa membuat konten video untuk mempromosikan Binomo tersebut di Hotel Adimulia kota Medan," kata Chandra di hadapan ketua majelis hakim, Marliyus.

Lanjut jaksa Chandra, usai membuat konten video itu Fakar menerima pembayaran Rp25 juta dari Binomo. Kemudian, konten video Binomo itu diunggah di media sosial Youtube, Instagram, dan website milik Fakar.

"Sehingga membuat orang menjadi tertarik untuk bermain Binomo dan belajar mengikuti kursus trading yang diajarkan terdakwa di antaranya adalah saksi Gentur Ratih Ayu Widari, Debora Novina Ambarita, Johan Christian Lumbantobing, T Ibrahim Oaedi, dan Said Fuad Abbad," ucap Chandra.

Kemudian, untuk mempermudah orang-orang mengakses aplikasi Binomo. Fakar pun mendaftar sebagai afiliator di aplikasi Binomo. Setiap orang yang mau mengikuti kelas milik terdakwa bernama Fakar Trading Binomo diwajibkan untuk membayar sejumlah uang.

"Orang yang telah terdaftar dalam kelas kursus tersebut diminta nomor ponsel masing-masing untuk dimasukkan ke dalam grup Telegram yang dikelola terdakwa," ungkap Chandra.

Di dalam grup itu terdakwa dengan mudah memotivasi dan tutorial untuk bermain di aplikasi Binomo seperti menebak nilai yang terdapat di dalam permainan akan naik atau turun. Pemain yang ingin bermain Binomo tersebut harus deposit terlebih dahulu minimal Rp140 ribu.

"Namun sekali pun para peserta kursus yang diselenggarakan terdakwa tersebut telah mengikuti tutorial yang diajarkan terdakwa pada saat bermain Binomo. Tetap lebih banyak mengalami kekalahan dalam bermain Binomo," ujar Chandra.

3 dari 3 halaman

Terdakwa Dinilai Beri Harapan Palsu

Fakar juga dinilai telah memberikan harapan palsu akan menjadi kaya secara instan terhadap para korbannya. Padahal aplikasi Binomo tidak mempunyai izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Kementerian Perdagangan.

"Sehingga pemain tanpa sadar mempertaruhkan uangnya secara untung-untungan pada permainan Binomo," ujar Chandra.

Atas perbuatannya Fakar selaku afiliator telah mendapatkan keuntungan dari aktivitas trading bodong tersebut.

"Berdasarkan hasil pengawasan, pengamatan dan analisis yang dilakukan BAPPEBTI, binary option termasuk Binomo merupakan penawaran investasi berkedok perdagangan berjangka komoditi serta tidak terdapat izin usaha," tandas Chandra.

Dalam kasus ini Fakar tak sendirian. Muridnya yakni Indra Kenz juga turut menjadi tersangka dalam kasus Binomo. Kemudian, tersangka lain yaitu Brian Edgar Nababan, Wiki Mandara Nurhalim, Vanessa Khong, Nathania Kesuma, dan Rudiyanto Pei. Pada kasus ini total kerugian dari 118 korban mencapai Rp72,1 miliar. [gil]

Baca juga:
Indra Kenz Dituntut 15 Tahun Penjara dan Denda Rp10 Miliar
Pakai Baju Tahanan, Indra Kenz Ungkap Penyesalan Kerap Bikin Konten Pamer
Berkas Dilimpahkan ke Kejari Tangsel, Ayah Vanessa Khong Siap Disidangkan
Sidang Penipuan Online Binomo, Jaksa Bakal Tanggapi Penolakan Dakwaan Indra Kenz
Tanggapi Eksepsi Indra Kenz, Jaksa Tegaskan Dakwaan Sesuai Aturan
Fakarich Guru Indra Kenz Diadili di PN Medan, Didakwa Penipuan dan Pencucian Uang
Mengenal Indra Kenz di Medsos, Saksi Tergiur Kesuksesan dari Binomo

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini