Fahri Hamzah Sebut Peran Panelis Debat Capres Bisa Diragukan

Senin, 7 Januari 2019 12:56 Reporter : Sania Mashabi
Fahri Hamzah Sebut Peran Panelis Debat Capres Bisa Diragukan fahri hamzah. ©2018 Merdeka.com/dokumen pribadi

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku khawatir kemampuan panelis debat Pilpres 2019 akan diragukan banyak pihak. Kekhawatirannya tersebut dilandasi dari keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menentukan enam panelis belum lama ini, yang dinilai waktunya terlalu mepet dengan jadwal debat perdana.

"Saya khawatirnya ini kan masalahnya ya. KPU kan karena milih panelisnya di ujung, akhirnya panelis itu diragukan oleh sini situ, akhirnya dia takut. Maka dibocorin aja sekaligus, nanti peran panelis hilang karena ini orang hanya akan bilang 'waktu habis, ya silakan'," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/1).

Fahri juga melihat pemilihan panelis terlalu mepet dengan waktu debat. Sehingga membuat kesan debat kali ini seperti cerdas cermat.

"Ini enggak disiapkan dari awal. Akhirnya comot comot jadi kontroversi, akhirnya peran panelis dihilangkan, jadilah cerdas cermat. Kalau di kampung saya cerdas tangkas. masa mau jadi presiden cerdas tangkas lagi," ujarnya.

Tambah dia, debat Capres-Cawapres seharusnya bisa menjadi ajang penjelajahan potensi para kandidat pemimpin Indonesia. Kemudian biarkan masyarakat memilih dengan keinginan dan potensi yang mereka lihat saat debat.

"Kan itu harus di-explore dong. Kita enggak bisa jual luarnya. Kita harus gali dalamnya sehingga rakyat itu ketika masuk ke kotak suara adalah transaksi dia. Transaksi yang berat," ucapnya.

Nama-nama calon panelis debat yang disepakati yaitu, Prof Hikmahanto Juwana (Guru Besar Hukum UI), Prof Bagir Manan (Mantan Ketua MA), Ahmad Taufan Damanik (Ketua Komnas HAM), Bivitri Susanti (Ahli Tata Negara), Margarito Kamis (Ahli Tata Negara) dan Agus Rahardjo (Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi). [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini