Fahri Hamzah Kritik BIN Tak Usah Jumpa Pers, Cukup Laporkan ke Presiden

Rabu, 21 November 2018 15:20 Reporter : Sania Mashabi
Fahri Hamzah Kritik BIN Tak Usah Jumpa Pers, Cukup Laporkan ke Presiden Fahri Hamzah dipanggil Polda Metro Jaya. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Badan Intelijen Negara (BIN) mengungkap ada 50 penceramah dan 41 masjid yang terpapar radikalisme. Hal itu diungkapkan langsung oleh Juru Bicara BIN Wawan Hari Purwanto dalam jumpa pers, kemarin.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah pun meminta BIN tidak melakukan pekerjaan tingkat publik. Sebab, kata dia, BIN bekerja dengan 'single user' yakni Presiden.

"Saya mohon BIN tidak melakukan pekerjaan publik karena BIN itu kan 'single user' jadi dia jangan menggunakan kegiatan melarang kegiatan, mengumumkan sesuatu," kata Fahri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/11).

Fahri menilai pengumuman BIN terkait informasi tertentu justru akan menurunkan reputasi BIN. Karena itu, dia berharap BIN lebih bijak dalam mengerjakan tugasnya.

"Begini, itu membuat reputasi BIN itu turun. Jadi BIN harus dijaga sebagai indera negara melalui presiden dalam rangka menjaga melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia," ungkapnya.

Menurutnya, BIN hanya perlu melaporkan kinerjanya ke Presiden. Kemudian Presiden akan menindaklanjuti laporan dari BIN.

"Lebih banyak harus hanya berbisik pada telinga satu orang yaitu telinga presiden, eksekusi itu jangan dilakukan oleh BIN, eksekusi mesti dilakukan lembaga lain seperti Kementerian Hukum HAM, kalau terkait organisasi atau yang lain-lain," ucapnya. [dan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini