Fahri Hamzah: Jakarta Dibuat Bung Karno dan Didesain Sebagai Ibu Kota

Jumat, 16 Agustus 2019 14:53 Reporter : Merdeka
Fahri Hamzah: Jakarta Dibuat Bung Karno dan Didesain Sebagai Ibu Kota Fahri Hamzah. ©2017 dok foto dok ri

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal rencana pemindahan ibu kota ke Pulau Kalimantan. Fahri menyebut pemerintah harus paham posisi dan sejarah Jakarta yang didesain sebagai ibu kota negara.

"Saya ingin pemerintah itu mengerti posisi Jakarta. Jakarta itu dibuat Bung Karno dan didesain sebagai ibu kota," kata Fahri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (16/8).

"Istana terlalu kuat sejarahnya. Jadi kita pindah ke tempat yang baru, Indonesia tanpa jejak itu berbahaya. Makanya saya terus terang ini Pak Jokowi harus dikasih feeding yang baik. Menteri-menterinya ini enggak kuat ngomongnya," tambah Fahri

Fahri menilai sulit meninggalkan Jakarta sebagai ibu kota negara. Ia justru lebih setuju apabila ibu kota dipusatkan di teluk Jakarta.

"Sebetulnya sulit meninggalkan Jakarta sebagai ibu kota. Terlalu bersejarah legacy dari Bung Karno dan banyak sekali hal-hal yang tidak ditinggalkan dari kota ini. Makanya terus terang saya cenderung ekstensi yang pernah dilakukan Pak Harto ke Jonggol dipindahkan Teluk Jakarta. Sehingga ibu kota itu merepresentasikan tradisi maritim," jelasnya.

Politikus itu takut apabila Jakarta yang melambangkan tradisi maritim nusantara tidak lagi menjadi ibu kota, maka simbol kemaritiman akan hilang.

"Kalau dipindahkan ke pulau besar nanti tradisi maritimnya hilang. Jadi banyak hal dari Jakarta yang harus diceritakan dulu dan harus diomongin kepada masyarakat. Sebab Jakarta ini terlalu bersejarah untuk ditinggalkan," ucapnya.

Ia menilai pembangunan indonesiasentris bukanlah berpatok pada lokasi ibu kota saja.

"Indonesiasentris itu sebenarnya pada kebijakannya. Bukan kepada lokasi ibu kota. Apalgi presiden bicara tentang digital. Sekarang ruang dan waktu susah nggak ada gunanya karena semua bisa digunakan secara digital. Sekarang ini ya lebih penting memperkuat pembentukan daerah otonomi baru sebagai syarat lahirnya daerah yang lebih kuat,"jelasnya

Sementara itu, riset pemindahan ibu kota oleh Bappenas, menurut Fahri, tidak mendalam dan tidak perlu didengar oleh Jokowi.

"Saya sudah baca itu risetnya Bappenas dangkal betul. Jadi ya sudahlah, Pak Jokowi ini jangan dikasih input yang tidak matang. Saya sudah baca risetnya itu enggak matang," tandasnya.

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6.com

[eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini