Fadli Zon: Rakyat Juga Banyak Tak Paham Unicorn, Tahunya Popcorn

Senin, 18 Februari 2019 16:01 Reporter : Ramadhian Fadillah
Fadli Zon: Rakyat Juga Banyak Tak Paham Unicorn, Tahunya Popcorn Fadli Zon dan Fahri Hamzah jenguk Ahmad Dhani. ©2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Polemik soal startup unicorn ramai di media sosial setelah debat capres semalam. Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan kesempatan bertanya kepada Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto tentang bagaimana cara mendukung perkembangan startup unicorn di Indonesia dalam debat kedua capres.

Mendengar pernyataan itu, Prabowo tampak terlihat bingung akan pertanyaan yang disampaikan oleh Jokowi. Bahkan Prabowo kembali mempertegas pertanyaan itu dengan mengulang pertanyaan yang sama. "Unicorn itu apa? maksud bapak yang online-online itu?," timpal Prabowo.

Menanggapi hal itu wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membela Prabowo. Menurutnya, bukan kesalahan besar jika Prabowo tak terlalu paham istilah unicorn.

"Rakyat juga banyak tak paham unicorn, tahunya popcorn," canda Fadli Zon, Senin (18/2).

Menurut Fadli, Prabowo lebih banyak memahami soal ekonomi kerakyatan. Karena itu di debat semalam, Prabowo lebih banyak bicara bagaimana mengelola aset-aset negara untuk kesejahteraan rakyat.

Secara umum, Fadli juga melihat Prabowo lebih menguasai materi debat. Beberapa isu seperti kepemilikan lahan ratusan ribu hektar di Kalimantan dan Aceh juga berhasil ditangkis.

"Kalau skor, Prabowo dapat delapan, Jokowi saya kira enam," tandasnya.

Seperti diketahui, istilah unicorn ini mengacu kepada start-up yang memiliki valuasi senilai USD 1 miliar (sekitar Rp 13,1 triliun) atau lebih. Seperti dilansir Venture Beat, saat ini terdapat 229 startup yang masuk dalam kategori unicorn.

Indonesia sendiri telah memiliki 4 perintis unicorn startup yang mulai dilirik oleh para investor asing dengan valuasi diatas USD 1 Miliar (Rp 13,8 triliun) di antaranya yaitu Tokopedia dengan valuasi sebesar Rp 50 triliun, Gojek dengan valuasi sebesar Rp 40 triliun, Traveloka dengan valuasi sebesar Rp 26 triliun serta Bukalapak dengan valuasi sebesar Rp 15 triliun. [ian]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini