Fadli Zon: Pak Soenarko Tak Bersalah, Seharusnya Tidak Ditahan

Jumat, 21 Juni 2019 13:17 Reporter : Sania Mashabi
Fadli Zon: Pak Soenarko Tak Bersalah, Seharusnya Tidak Ditahan Fadli Zon. ©2017 dok foto dok ri

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai Mayjen (Purn) Soenarko seharusnya tidak ditahan karena kasus kepemilikan senjata api. Soenarko kini ditahan di Rutan Polisi Militer Guntur. Dia mendukung permintaan penangguhan penahanan Soenarko oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Menurut saya Pak Soenarko jelas tidak bersalah, harusnya tidak ditahan. Kasusnya juga sudah clear kok. Bahwa dari informasi senjata itu adalah senjata lama yang ingin diberikan pada kopassus itu yang saya dengar," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (21/6).

Fadli menilai kasus Soenarko itu sengaja dicari-cari kesalahannya. Hal itu dilakukan sebagai upaya pembungkaman pihak-pihak yang kritis.

"Jadi ini dicari-cari saja orang yang vokal, dicari-cari dikorek-korek kesalahannya supaya bagian dari pembungkaman terhadap suara-suara kritis disaat-saat tertentu," tegas dia.

Menurutnya, kasus Soenarko ini bisa membahayakan demokrasi Indonesia sekaligus gejolak di institusi TNI. Sebab, Soenarko pernah menjabat sebagai Danjen Kopassus.

"Ini menimbulkan dendam sejarah dan juga menimbulkan luka institusi. Apalagi ini Pak Soenarko kan Danjen Kopassus orang yang berjuang mengabdikan dirinya mempertaruhkan jiwa raganya lalu diperlakukan seperti ini," ucapnya.

Waketum Partai Gerindra ini menyamakan kasus yang menimpa Soenarko dengan kasus Kivlan Zen. Padahal, lanjut dia, Kivlan pernah berjasa bagi negara saat masih aktif di militer.

"Begitu juga Pak Kivlan zen orang yang berjuang di Timor-Timur di mana-mana lalu diperlakukan seperti itu. Saya kira itu tidak adil ya. Itu juga akan memberikan luka terhadap institusi TNI meskipun mereka sudah purna," tandasnya.

Sebelumnya, Marsekal Hadi Tjahjanto mengajukan penangguhan penahanan terhadap Mayjen TNI (Purn) Soenarko kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Soenarko menjadi tersangka kasus kepemilikan senjata api.

"Panglima TNI telah memutuskan untuk meminta penangguhan penahanan atas Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko kepada Kapolri," kata Kapuspen TNI, Mayjen Sisriadi dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (21/6). [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini