Fadli Zon Nilai Sangat Berbahaya Jika Masa Jabatan Presiden Ditambah

Selasa, 26 November 2019 14:53 Reporter : Ahda Bayhaqi
Fadli Zon Nilai Sangat Berbahaya Jika Masa Jabatan Presiden Ditambah Fadli Zon. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menilai wacana penambahan masa jabatan presiden dan wakil presiden berbahaya. Menurutnya, hal tersebut bisa membuka kotak pandora.

Fadli khawatir tidak hanya penambahan masa jabatan presiden saja yang diubah. Tetapi, bisa mengubah bentuk negara.

"Menurut saya usulan itu sangat berbahaya, dan bisa membuka kotak pandora orang bisa bicara nanti bentuk negara apakah kesatuan atau Federasi," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/11).

Fadli menyarankan tak perlu amandemen UUD 45 menyentuh ranah masa jabatan tersebut. Dia setuju jika hanya amandemen terbatas untuk menghidupkan haluan negara.

"Jadi sudahlah jangan bermain-main dengan itu, itu mungkin memori di tahun 63 dulu ingin jadi presiden seumur hidup, kan dulu pernah ada TAP MPR tentang presiden seumur hidup," kata dia.

1 dari 1 halaman

Sudah Final Tak Perlu Ditambah

Menurutnya, kalau negara masih ingin menganut sistem demokrasi tidak perlu masa jabatan presiden ditambah. Fadli menilai hal tersebut sudah final.

"Saya kira sudah final, negara Demokrasi cukup dua periode selesai, jangan ada mimpi mau tiga periode," pungkasnya. [eko]

Baca juga:
NasDem Kaji Wacana Jabatan Presiden Menjadi 3 Periode
Wacana 3 Periode Jabatan Presiden Dinilai Buang-buang Waktu dan Tanpa Kajian
Puan Soal Wacana Masa Jabatan Presiden Diperpanjang: Jangan Mundur ke Belakang
Jokowi Tak Berpikir Tambah Masa Jabatan Presiden
Djarot Nilai Penambahan Masa Jabatan Presiden Bisa Kembali ke Zaman Orba

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini