Erick Thohir Usai Bertemu Jokowi: Pembahasan Lebih Banyak di Ekonomi

Senin, 21 Oktober 2019 13:42 Reporter : Supriatin
Erick Thohir Usai Bertemu Jokowi: Pembahasan Lebih Banyak di Ekonomi Erick Thohir di Istana. ©2019 Merdeka.com/Titin Supriatin

Merdeka.com - Mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir mengaku lebih banyak berdiskusi soal ekonomi saat bertemu dengan Presiden Jokowi. Dia enggan mengungkapkan pos menteri apa yang ditawarkan oleh presiden.

"Beliau sangat detail mem-break down rencana kerja beliau yang mana ini merupakan KPI (key performance index) pemerintah," ujar Erick di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10).

Diminta untuk menjadi salah satu menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf, Erick mengaku tidak mau bergembira. "Kalau saya melihatnya jabatan ini bukan merupakan suatu yang euforia, tapi amanah yang sangat-sangat berat untuk dijalankan. Apalagi beliau tidak sungkan-sungkan meminta semua menteri harus menandatangani pakta integritas," ujarnya.

"Ini bukan sebuah jabatan 'wah jadi menteri', justru ini merupakan suatu yang berat," imbuh Erick.

Soal pembahasan spesifik pos menteri yang ditawarkan, Erick menjawab, "Pembahasan lebih banyak di ekonomi," singkatnya tanpa merinci kementerian yang dimaksud.

"Nanti beliau (Jokowi) yang menyampaikan saja," tukasnya.

Bos Mahaka Group itu menyebut, proses yang terjadi saat ini adalah wawancara calon menteri. Erick mengaku bersedia jika diminta jadi menteri.

"Setelah beliau menginterview calon menteri, nanti akan beliau putuskan. Kalau memang (saya) dipercaya, tentu harus bersedia," ujarnya.

Terkait posisinya di berbagai perusahaan yang dia pimpin saat ini, Erick menegaskan akan berhenti total. Dan itu sudah pernah dia lakukan ketika menjadi Ketua Panitia Asian Games 2018 di Jakarta.

"Sudah pasti dengan jabatan seperti ini tidak boleh conflict of interest. Harus berhenti total, memang cukup berat bagi saya. Saat Asian Games 2018, saya berhenti total 2 tahun 8 bulan. Kemudian ada beberapa tugas lainnya sudah hampir 3 tahun lebih (berhenti dari bisnis)," pungkasnya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini