Empat tersangka suap PN Tangerang ditahan di Rutan KPK

Selasa, 13 Maret 2018 23:16 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Empat tersangka suap PN Tangerang ditahan di Rutan KPK Tersangka kasus suap PN Tangerang. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Hakim Pengadilan Negeri Tangerang Wahyu Widya Nurfitri (WWN) keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai ditetapkan tersangka oleh KPK akibat kasus suap. WWN ditetapkan tersangka setelah diperiksa selama 1x24 jam.

Pantauan merdeka.com, sambil menjinjing tas putih WWN keluar dari lobby KPK sekitar pukul 22.30 WIB, Selasa (13/3). Tak sepatah kata yang keluar dari mulutnya. Dia tertunduk malu dan bergegas menuju mobil tahanan KPK.

Sebelum WWN, tersangka lainnya Agus Wiratno (AGS) keluar terlebih dahulu dan bergegas menerobos wartawan menuju mobil tahanan. Selang beberapa saat kemudian, disusul Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Tangerang Kelas 1A Tuti Atika (TA). Wanita berperawakan tua itu merenung sambil menutup kedua tangannya ke wajah menghindari jepretan kamera. Dia juga memeluk petugas keamanan KPK.

Terakhir Pukul 22.45 WIB, tersangka lainnya yang juga pengacara HM Saipudin (HMS) keluar terakhir dari markas KPK. Melihat riuhnya wartawan, HMS bungkam hanya menggelengkan kepala. Keempatnya akan ditahan di Rutan KPK selama 20 hari kedepan.

"Penahanan kepada yang bersangkutan di Rutan gedung KPK," kata Febri pada saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (13/3).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat tersangka dalam kasus suap di Pengadilan Negeri Tangerang. Empat tersangka itu ialah Hakim Pengadilan Negeri Tangerang Wahyu Widya Nurfitri (WWN) dan Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus Tangerang Tuti Atika (TA).

Serta Advokat Agus Wiratno (AGS) dan HM Saipudin (HMS) sebagai tersangka. KPK sebelumnya juga mengamankan PNS di lingkungan pengadilan namun tak ditetapkan tersangka.

"Setelah melakukan pemeriksaan 1x24 jam dilanjutkan dengan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh Hakim PN Tangerang secara bersama-sama terkait putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk di adili," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat jumpa pers di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (13/3).

Basaria mengungkapkan, latar belakang suap itu terkait penanganan kasus perdata. Sehingga ada pihak tertentu yang menginginkan kasus nya dimenangkan dan memberikan uang kepada hakim sebesar 30 juta secara bertahap. HGS dan HMS yang menyodorkan uang tersebut ke hakim WWN lewat TA.

Atas perbuatannya, sebagai pihak pemberi Agus dan Saipuddin disangka melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke -1KUHpidana

Sementara sebagai pihak penerima Widya dan Tuti disangka melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHpidana. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini