Empat sastrawan ini mengaku diperalat Denny JA

Jumat, 7 Februari 2014 10:20 Reporter : Laurencius Simanjuntak
Empat sastrawan ini mengaku diperalat Denny JA
4. Chavcay Saifullah

Merdeka.com - Penyair yang menyetorkan puisi esai berjudul 'Rintih Perih Globalisasi' kepada Denny JA ini memilih perlawanan yang realistis ketimbang mengembalikan uang yang sudah dia terima.

"Cara melawan yang paling simpel adalah mengembalikan uang dan menarik puisi. Tapi apakah semua kawan yang (konon jumlahnya) 23 orang itu punya cukup uang untuk mengembalikannya?" kata Chavcay yang cerpennya banyak dimuat media massa ini.

"Kalau saat ini saya berstatus konglomerat, dalam suasana hati yang sedang marah saat ini, pastilah akan saya kembalikan seluruh uang Denny JA yang diterima kawan-kawan saya itu, meski totalnya mencapai miliaran rupiah," imbuh Chavcay yang kini aktif menggalang petisi penghentian sementara peredaran '33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh' itu.

Menurut Chavcay, harus dipikirkan jalan perlawanan yang lebih realistis dan menyelamatkan nama baik mereka "Yang telah merasa ditunggangi oleh Denny JA untuk meraih statusnya sebagai Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh."

Baca juga:
Sastrawan Ahmadun akhirnya kembalikan Rp 10 juta ke Denny JA
Giliran juri '33 Tokoh Sastra' mundur dan minta 5 esai dicabut!
Perantara Denny JA: Saya tidak membeli kawan-kawan
Sudah empat penyair merasa diperalat Denny JA
Sastrawan mengaku melacurkan diri ke Denny JA demi Rp 10 juta

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini