Empat sastrawan ini mengaku diperalat Denny JA

Jumat, 7 Februari 2014 10:20 Reporter : Laurencius Simanjuntak
Empat sastrawan ini mengaku diperalat Denny JA Ahmadun Yosi Herfanda. Facebook
1. Ahmadun Yosi Herfanda

Merdeka.com - Ahmadun Yosi Herfanda (56) adalah sastrawan yang cukup senior. Mantan Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta ini dikenal sebagai sastrawan Indonesia yang banyak menulis esai sastra dan sajak sufistik.

Namun, pengakuan mengejutkan datang dari Ahmadun soal keterlibatannya dalam proyek puisi-esai 23 penyair. Dia mengaku dibayar Rp 10 juta oleh Denny JA untuk menuliskan puisi esai.

Bukan itu saja,dosen luar biasa Universitas Multimedia Nusantara itu, bahkan mengakui melacurkan diri ke Denny JA demi uang Rp 10 juta.

"Setelah sempat tawar menawar (mirip pelacur ditawar lelaki hidung belang lewat mucikari) akhirnya Denny sepakat membayar puisi esai saya Rp 10 juta. Yah, sesekali tak apalah jadi pelacur sastra asal pelacur yang mahal," pikir saya. "Kan hebat, satu puisi dibayar 10 juta.... He he he," demikian tulis Ahmadun lewat sebuah komentar di salah satu postingan fan page Denny J.A's World di Facebook, seperti dikutip merdeka.com, Rabu (5/2).

Lewat postingan setelahnya, Ahmadun akhirnya mengembalikan uang Rp 10 juta ke rekening BCA atas nama Fatin Hamama. Dalam postingan itu, dia juga menyertakan bukti transfer kepada Fatin, setelah dia pindai lebih dulu. Atas tindakannya itu, Ahmadun juga meminta puisi esainya yang berjudul 'Grafiti Sulastri' dicabut. Jika kadung dicetak, kata Ahmadun, dia meminta diberi keterangan bahwa karyanya 'dianggap tidak ada'.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini