Empat pesawat tempur mondar mandir di atas selat Lombok

Rabu, 24 Mei 2017 13:59 Reporter : Gede Nadi Jaya
Empat pesawat tempur mondar mandir di atas selat Lombok Pesawat Super Tukano EMB 314 buatan Brasil di Lanud Bali. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Empat unit pesawat Super Tukano yang merupakan pesawat tempur taktis, disiagakan di Lanud Bali sejak Senin (22/5). Pesawat ini khusus untuk melakukan pengawasan di bali dan Nusa Tenggara Barat atau Selat Lombok dengan sandi 'Operasi Kilat Badik'.

Selain didukung pesawat Hercules dan heli SAR, operasi ini juga melibatkan delapan penerbang, tiga Patek, dan 29 ground crew dari Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Komandan Unsur Super Tukano Letkol Pnb Taufik Andriadi menuturkan, operasi pengamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI)-II digelar di Selat Lombok karena jalur ini sangat strategis.

"Jalur ini digunakan sebagai jalur transportasi internasional yang sangat rentan dengan pelanggaran, baik lintas laut maupun lintas udara," ujar Taufik di Base Ops Lanud Ngurah Rai, Tuban, Bali, Rabu (24/5).

Taufik menuturkan, pelanggaran hukum yang kerap dilakukan antara lain, illegal fishing, illegal logging, illegal oil, illegal mining, illegal entry, sea robbery, smuggling, human trafficking, dan lain-lain. Operasi ini akan berlangsung hingga 26 Mei 2017 dengan jam operasional maksimum 2 jam di udara. Kemampuan pesawat ini bisa terbang hingga 5 jam untuk keamanan laut.

"Kita sesuai perintah, alat detector untuk surface dan udara di Selat Lombok kurang lebih 1-2 jam, tapi endurance bisa sampai 5 jam," ucap Taufik.

Sebelum mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, empat pesawat Super Tukano EMB 314 buatan Brasil ini sempat melakukan flypass terbang formasi di atas runway bandara internasional. Lalu parkir di depan Base Ops Lanud Ngurah Rai.

Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Ngurah Rai Kolonel Pnb Wayan Superman mengaku bangga, Lanud Ngurah Rai diberi kepercayaan sebagai pangkalan laju pelaksanaan operasi yang digelar Komando Atas. Pihaknya siap mendukung kelancaran pelaksanaan operasi tersebut.

"Hal ini sebagai wujud eksistensi dan kehadiran TNI AU dalam rangka bagaimana memberikan rasa aman dan nyaman kepada yang berkepentingan dengan media udara dari upaya pelanggaran penggunaan wilayah udara Indonesia di ALKI-II," kata Danlanud Ngurah Rai. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pesawat Militer
  3. Denpasar
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini