Empat anak pelaku bom Surabaya dan Sidoarjo harus diasuh orang yang 'waras'

Selasa, 15 Mei 2018 15:06 Reporter : Darmadi Sasongko
anak kecil korban bom mapolres Surabaya. ©Istimewa

Merdeka.com - Empat orang anak dari para pelaku aksi terorisme di Surabaya dan Sidoarjo berhasil diselamatkan. Saat ini, mereka sedang mendapatkan perawatan baik secara psikis dan psikologis.

Satu anak, AIS (8) diselamatkan dari aksi ledakan bom di Mapolrestabes Surabaya. Orang tua dan kakak-kakak AIS tewas di tempat dalam aksi bom bunuh diri tersebut. Sementara dua anak lainnya berhasil diselamatkan dalam penggerebekkan di Sidoarjo yang juga menewaskan kedua orang tuanya.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Machfud Arifin mengatakan pengasuhan anak-anak tersebut nantinya harus kepada keluarga yang 'waras' sehingga dapat menjadi tumpuan masa depannya.

"Semua orang tuanya sudah meninggal, tinggal diserahkan kepada siapa. Orang tuanya nanti orang benar yang merawat nantinya, mungkin neneknya, mungkin pamannya dengan catatan orang yang memiliki pemahaman yang waras," kata Machfud Arifin di Mapolda Jatim, Selasa (15/5).

"Saya harus menyerahkan ini kepada orang yang benar. Pemahaman yang waras, baru kita serahkan. Tapi kita akan memberikan pendampingan Polwan, psikolog, bila perlu ahli di bidang deradikalisasi untuk pemikiran anak-anak ini," sambungnya.

Pendampingan akan diberikan sampai, ketiganya sehat dan sembuh. Baru kemudian diserahkan kepada orang atau keluarga yang berhak. AIS dinilai yang paling parah dan harus mendapatkan perlakuan khusus.

"Otoritas penyerahan ini pada saya, kalau sudah saya kirim untuk diserahkan kepada orang yang tepat, saya akan serahkan. Sambil proses penyembuhannya, " tegasnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini