Emosi AKP Sulman Aziz dan Heboh Isu Kapolsek Diminta Dukung Capres

Selasa, 2 April 2019 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Emosi AKP Sulman Aziz dan Heboh Isu Kapolsek Diminta Dukung Capres AKP Sulman Aziz. ©2019 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Pengakuan mantan Kapolsek Pasir Wangi, Garut, AKP Sulman Aziz sempat bikin heboh. AKP Sulman mengaku pernah diminta Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna untuk memenangkan pasangan capres dan cawapres 01, Jokowi-Ma'ruf Amin.

Pernyataan AKP Sulman bikin heboh Polri. Bahkan internal tim kampanye Jokowi juga melakukan klarifikasi. Berikut ulasan pernyataan AKP Sulman yang sempat bikin heboh:

1 dari 4 halaman

AKP Sulman Aziz: Kami Diancam

Mantan Kapolsek Pasir Wangi, Garut, AKP Sulman Aziz mengaku diperintahkan untuk memilih pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Sulman mengaku beberapa kali dipanggil Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna untuk melakukan pendataan para pendukung masing-masing calon. Dia diperintahkan melakukan penggalangan dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf. Bahkan, dia mengklaim diancam bakal dimutasi jika paslon 01 kalah di daerahnya.

"Kami diancam, para kapolsek kalau seandainya di wilayah kami bertugas paslon nomor 01 kalah, maka kami akan dipindahkan dan dikotakkan. Karena itu lah saya menyampaikan ini semua demi ketenangan, keamanan, kenyamanan sahabat saya, rekan saya di kepolisian yang tersebar dari Sabang sampai Merauke supaya kami dimanusiakan," kata AKP Sulman.

2 dari 4 halaman

Bantahan Kapolres Garut

Kepala Polres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna membantah tudingan pernah memerintahkan jajaran kapolsek untuk menggalang dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf Amin. Dia menegaskan, pengumpulan jajaran Kapolsek di Mapolres biasa dilakukan setiap bulan untuk memetakan potensi kerawanan.

Budi menghubungkan kinerja Polres Garut yang biasa mengawal penyelenggaraan Pilkada serentak. "Kalau dari pengakuannya mengarahkan, saya tidak pernah mengarahkan," ujarnya.

"Kapolsek kumpul di Polres itu kan sudah menjadi tanggung jawab Polres untuk operasional, setiap bulan dilaksanakan. Itu pun hanya ke arah mapping kerawanan," lanjutnya.

3 dari 4 halaman

Polda Jabar Bantah Perintahkan Dukung Paslon 01

Tidak hanya Kapolres, pejabat di lingkungan Polda Jabar juga memberikan klarifikasi. Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko membantah memerintahkan bawahan untuk dukung Jokowi-Ma'ruf Amin. Menurutnya, tudingan terkait mobilisasi mendukung Jokowi di Pilpres tidak mendasar. "Tidak benar," ucapnya.

Ia juga menyatakan bahwa semua jabatan di tubuh Polri memiliki batasan dan tidak mungkin selamanya serta berlandaskan aturan. "Aturan dalam UU nomor 2 tahun 2002 tentang kepolisian negara RI pada pasal 28 sudah terkandung posisi Polri harus Netral pada ayat 1 dan 2," jelasnya.

4 dari 4 halaman

AKP Sulman: Saat Itu Saya Emosi

AKP Sulman Aziz kembali memberikan pernyataan terkait dugaan Polri tidak netral dalam Pemilu 2019. Jika sebelumnya dia mengaku diperintah menggalang dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf, kini dia meralat pernyataannya.

Dia mengaku telah membuat kesalahan dengan mengeluarkan pernyataan tersebut. Dia mengaku pernyataannya itu dilatarbelakangi emosi, karena tidak terima dipindah tugas ke Mapolda Jabar sebagai Kanit 1 Seksi Penindakan Pelanggaran Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jabar.

"Kemarin saya telah melaksanakan preskon di Lokataru, disiapkan Haris Azhar. Dalam kegiatan tersebut saya sudah melakukan kesalahan. Saya menyatakan bahwa Polri tidak netral dalam Pilpres 2019 ini," katanya.

Menurutnya, kebijakan mutasi tersebut dilandasi karena dirinya kedapatan berfoto bersama salah satu tokoh yang kebetulan sebagai panitia deklarasi Prabowo- Sandiaga Uno.

"Sebetulnya itu saya sampaikan karena saya pada saat itu emosi. Saya telah dipindahtugaskan dari jabatan saya yang lama sebagai kapolsek dikarenakan saya telah berfoto dengan seorang tokoh agama yang kebetulan sebagai panitia deklarasi Prabowo-Sandi di Kecamatan Pasirwangi," jelasnya. [has]

Baca juga:
Emosi AKP Sulman Aziz dan Heboh Isu Kapolsek Diminta Dukung Capres
Bawaslu akan Supervisi Bawaslu Jabar Klarifikasi Pengakuan Eks Kapolsek Pasir Wangi
Eks Kapolres Diminta Menangkan Jokowi, PAN Nilai Kenetralan Polri Cuma 'Lips Service'
Kasus Dipaksa Dukung Jokowi, Eks Kapolsek akan Dikonfrontir dengan Kapolres Garut
Propam Polda Jabar Bakal Periksa Polisi Ngaku Diperintah Menangkan Jokowi
Ombudsman Bakal Usut Kasus Eks Kapolsek Ngaku Dipaksa Dukung Jokowi Jika Dilaporkan

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini