Eksekutor Kasus Jasad Dicor Residivis, Pernah Aniaya Istri Kiai di Pesantren

Jumat, 8 November 2019 15:02 Reporter : Muhammad Permana
Eksekutor Kasus Jasad Dicor Residivis, Pernah Aniaya Istri Kiai di Pesantren Pelaku Pembunuhan Mayat Dicor Di Musala. ©2019 Merdeka.com/Muhammad Permana

Merdeka.com - Bahar Mario, pemuda 27 tahun ini menjadi eksekutor kasus jasad dicor di lantai musala rumah di Jember. Bersama ibunya, Busani (45) mereka merencanakan pembunuhan korban Surono (50) yang tak lain adalah suami Busani dan ayah kandung Bahar.

Berangkat dari penyelidikan hingga keduanya ditetapkan jadi tersangka, satu per satu fakta terungkap. Salah satunya, Bahar yang merupakan residivis kasus penganiayaan.

Informasi yang dihimpun dari pihak Kepolisian, Bahar menganiaya istri kiai pesantren tempatnya menempuh pendidikan.

"Pelaku BHR (Bahar) ini residivis. Dia pernah menjadi narapidana. Korbannya adalah Bu Nyainya sendiri," ujar Kapolres Jember, AKBP Alfian Nurrizal kepada wartawan di Mapolres Jember, Jumat (8/11).

Sejak kecil, Bahar memang dikenal temperamental dan nakal. Hal itulah yang membuat kedua orangtuanya memasukkan Bahar ke pesantren yang tak jauh dari rumahnya. Harapannya, agar Bahar bisa berubah menjadi anak yang baik.

Bukannya menjadi baik, Bahar malah berulah dengan menganiaya istri kiai tempat ia menuntut ilmu. Peristiwa tersebut terjadi sekitar 10 tahun yang lalu, atau saat dia masih berusia antara 15 hingga 17 tahun. Penganiayaan berat itu membuat Bahar pada tahun 2009 divonis 2 tahun 8 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Jember.

Baca Selanjutnya: Sudah Menikah Bahar Tetap Minta...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini