KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Eks Wadanjen Kopassus: Jiwa korsa dilakukan dalam pertempuran

Sabtu, 6 April 2013 11:48 Reporter : Vany Nestia Jayani
PKPI sutiyoso. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Letjen (Purn) Sutiyoso mengatakan, dalam kesatuan militer memang harus selalu diterapkan jiwa korsa. Namun, hal tersebut jangan sampai diterapkan dalam porsi yang salah. Menurut mantan gubernur DKI Jakarta itu, jiwa korsa haruslah menjadi pelajaran.

"Korsa dilakukan dengan tujuan di dalam pertempuran. Jangan sampai prajurit meninggalkan teman yang tertembak," kata Sutiyoso dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, (6/4).

Sutiyoso menilai kejadian penyerangan Lapas Cebongan terjadi atas dasar sebab akibat. Menurutnya, dengan terbunuhnya Sersan Santoso, mungkin itu penyebab oknum Kopassus melakukan penyerbuan.

"Saya ingin melihat dengan subyektif mungkin. Itu sebab akibat, saya kira terbunuhnya Sersan Santoso. Itu tentu sudah tersebar bagaimana dia terbunuh dan dengan cara apa," ujarnya.

Ketika ditanya bagaimana bisa oknum Kopassus mengambil senjata dengan mudah, Sutiyoso mengatakan, memang sangat sulit mengontrol anggota jika sudah di luar jam latihan.

"Mungkin diambil dari tempat latihan dan pasti ada kerjasama pelaku dengan penjaga tempat gudang senjata," ungkap Sutiyoso.

Oleh sebab itu, dia mengimbau, kepada Kopassus harus memiliki tingkat profesional tinggi. "Pengendalian diri yang tidak kokoh maksimal bisa terjadi lagi seperti ini," tandasnya. [did]

Topik berita Terkait:
  1. Penembakan Lapas
  2. Kopassus

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.