Eks teroris ungkap ini tipe orang yang mudah direkrut di Indonesia

Senin, 13 Februari 2017 05:31 Reporter : Ramadhian Fadillah
Penangkapan teroris di Tangerang Selatan. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Kelompok teroris sering memanfaatkan kedangkalan pemahaman agama masyarakat dalam mencari calon anggota baru untuk menjalankan berbagai aksi teror. Mantan anggota jaringan teroris Sofyan Sauri mengatakan, warga yang dangkal pemahaman agamanya sangat mudah direktrut dengan cara didoktrin terlebih dulu.

Hal itu disampaikan Sofyan dalam workshop "Penguatan Perspektif Korban Dalam Peliputan Isu Terorisme" yang diselenggarakan Yayasan Aliansi Indonesia Damai (AIDA), di Medan, Minggu, (12/2).

Dia menjelaskan, dalam hati setiap umat Islam selalu ada keinginan untuk membela agamanya, termasuk mengambil peran untuk mengubah kondisi yang ada.

Jika masyarakat tersebut dangkal pemahaman agamanya, anggota teroris yang melakukan perekrutan itu akan memberikannya ajaran untuk menyempurnakan agamanya.

Setelah mulai tertarik, calon anggota tersebut didoktrin semakin dalam sehingga muncul kebencian terhadap kondisi yang ada, dan lahir keinginan untuk membenahi. Setelah itu, sering dicarikan pemantik konflik, sehingga anggota yang baru direkrut tersebut bersedia untuk melakukan aksi teror.

"Sebenarnya mereka bisa disadarkan kembali, tetapi cukup sulit karena telah didoktrin," katanya dia seperti dikutip Antara.

Mantan anggota teroris yang dikenal sebagai Abu Jihad itu mengaku bersukur bisa sadar kembali karena pernah mendapatkan pendidikan agama saat masih kecil.

Setelah ditangkap Detasemen Khusus Antiteror Polri, Sofyan Sauri mencoba untuk merefleksikan perbuatannya selama ini.

Dia juga mencoba untuk merenungi salinan surat Osama bin Laden yang mengakui adanya kekeliruan atas pola perjuangan yang diterapkan selama ini.

"Akhirnya saya sadar bahwa apa yang saya lakukan selama ini salah," kata Sofyan Sauri yang pernah menjadi anggota Polri dan bertugas di Polres Depok itu pula.

[ian]

Topik berita Terkait:
  1. Terorisme
  2. Radikalisme
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.