Eks Pejabat Sulsel Ungkap Nurdin Abdullah Minta Uang Rp1 Miliar ke Kontraktor

Kamis, 27 Mei 2021 19:13 Reporter : Ihwan Fajar
Eks Pejabat Sulsel Ungkap Nurdin Abdullah Minta Uang Rp1 Miliar ke Kontraktor Sidang kasus korupsi penyuap Nurdin Abdullah. ©2021 Merdeka.com/Ihwan Fajar

Merdeka.com - Mantan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Sari Pudjiastuti mengungkapkan pernah mendapatkan perintah dari Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah untuk meminta uang Rp 1 miliar kepada rekanan.

Hal tersebut diungkapkan Sari Pudjiastuti saat menjadi saksi sidang terdakwa Agung Sucipto kasus suap proyek infrastruktur di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar, Kamis (27/5).

Dalam persidangan tersebut terungkap peran Sari Pudjiastuti menjadi perantara bagi Nurdin Abdullah dengan para kontraktor. Sari juga mengungkapkan jika dirinya pernah diminta oleh Nurdin Abdullah untuk mencari uang Rp 1 miliar untuk operasionalnya.

"Saat itu saya dipanggil di rujab (rumah jabatan) dan kemudian bapak (Nurdin Abdullah) menyampaikan butuh uang Rp 1 miliar. Di situ bapak tanya ke saya siapa yang bisa membantu," ujar dia.

Saat itulah, Sari menghubungi seorang kontraktor bernama Nuwardi Bin Pakki alias Haji Momo. Sari mengungkapkan keinginan Nurdin Abdullah tersebut pun disiapkan oleh Haji Momo.

"Uang itu diantar sama orang kepercayaannya (Haji Momo) bernama Haji Boi. Uang ditaruh di dalam kardus. Saya bertemu disebuah penginapan dekat RS Awal Bros Makassr," ungkapnya.

Usai menerima uang tersebut, Sari mengaku uang tersebut sempat disimpannya di rumah miliki ponakannya. Keesokan harinya, kata Sari, dirinya menyerahkan uang tersebut kepada ajudan Nurdin Abdullah bernama Salman.

"Uangnya sudah saya pindahkan dari kardus ke koper dan saya serahkan ke Salman di depan apartemen Vida View," tuturnya.

Sementara itu, kuasa hukum Agung Sucipto, M Nursam mengaku kliennya mengajukan justice collabolator (JC). Nursam mengaku akan mengungkap semua kasus suap yang menjerat dirinya dan juga Gubernur nonaktif Sulsel, Nurdin Abdullah.

"Atas permintaan klien kami sendiri mengajukan untuk JC. Klien kami memenuhi empat syarat untuk mengajukan JC kepada hakim," tuturnya.

Dia menjelaskan empat syarat tersebut yakni koperatif selama persidangan, mengakui pokok-pokok yang menjadi tuduhan, bukanlah pelaku utama, dan mengungkap fakta pelaku yang sudah dijadikan tersangka dan yang belum dijadikan tersangka.

"Pak Agung ini saksi kunci, karena sejak awal sudah mengungkapkan semuanya kepada penyidik. Secara psikologi dia butuh perlindungan hukum, karena banyak dugaan pelaku yang mungkin akan disampaikan oleh Pak Agung," kata dia. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini