Eks Menpora Adhyaksa Dault Beri Dukungan Sofyan Basir Hadapi Tuntutan Jaksa

Senin, 7 Oktober 2019 13:34 Reporter : Yunita Amalia
Eks Menpora Adhyaksa Dault Beri Dukungan Sofyan Basir Hadapi Tuntutan Jaksa Adhyaksa Dault hadiri sidang Sofyan Basir. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Mantan Direktur Utama PLN Sofyan Basir hari ini akan menjalani sidang tuntutan atas kasus korupsi pengadaan proyek PLTU Riau-1 di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Pada sidang kali ini, Sofyan mendapat dukungan moril dari sahabatnya, Adhyaksa Dault.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu mendampingi Sofyan sedari pukul 11.00 WIB. Namun majelis hakim tak kunjung hadir, ia izin berpamitan kepada Sofyan tak mendampingi hingga sidang pembacaan tuntutan selesai.

"Saya izin enggak sampai akhir, soalnya tadi jadwalnya jam 10," kata Adhyaksa, Senin (7/10).

Kepada Sofyan, Adhyaksa mengaku tidak membahas persoalan hukum. Selama bercakap-cakap menanti sidang dimulai, ia hanya memberikan dukungan moril agar terus sabar menjalani proses hukum yang ada. Sofyan pun menimpali memohon doa dari Adhyaksa.

Ia mengatakan kehadirannya hari ini juga sebagai bentuk penegasan bahwa sahabat-sahabat bekas Dirut PT BRI Persero itu tetap ada kendati saat ini tengah terjerat kasus korupsi.

"Dia bilang 'terima kasih pak mohon doanya'. Jadi kedatangan saya memberikan support supaya beliau jangan terus kemudian merasa ditinggalkan sahabatnya yang pernah bersama-sama. Ini lepas dari masalah hukum," singgungnya.

Seperti diketahui, Sofyan Basir didakwa dengan Pasal 12 huruf a juncto Pasal 15 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 56 ke-2 KUHP dan Pasal 11 juncto Pasal 56 ke-2 KUHP.

Dalam surat dakwaan, Sofyan Basir didakwa memfasilitasi pertemuan pembahasan permufakatan jahat suap kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1. Menurut JPU KPK, Sofyan Basir memfasilitasi perempuan antara Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo. JPU juga menyebut Sofyan Basir mengetahui bahwa Eni Saragih dan Idrus Marham akan mendapatkan fee dari Johanes Kotjo.

Eni dan Idrus menerima suap secara bertahap dari Kotjo sebesar Rp4,7 miliar. Uang tersebut disinyalir untuk mempercepat proses kesepakatan proyek IPP PLTU mulut tambang Riau-1. Sofyan Basir juga disebut beberapa kali melakukan pertemuan dengan Eni Saragih dan Kotjo membahas proyek ini. Sofyan menyerahkan ke anak buahnya, Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN, Supangkat Iwan Santoso untuk mengurus proposal yang diajukan Kotjo.

Atas bantuan Sofyan, perusahaan Johanes Kotjo mendapatkan proyek PLTU Riau-1. Eni dan Idrus menerima imbalan dari Kotjo sebesar Rp4,7 miliar. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini